|
JOMBANG, METRO-- Selama beberapa hari diperiksa tim dari Polda Jatim, Maman Sugianto alias Sugik terungkap bahwa sejak awal diciduk, tak pernah ada surat penangkapan. Padahal, penangkapan terhadap bapak satu anak itu dilakukan selama tiga kali untuk kepentingan penyidikan.
Terdakwa yang kini masih menjalani proses hukum itu mengatakannya
kepada koran ini kemarin (2/9) di Lembaga Pemasyarakatan Jombang Sugik
mengungkapkan, dia ditangkap petugas kepolisian hingga tiga kali.
Selama itu, tidak pernah ada surat penangkapan kecuali pada penangkapan
terakhir. ”Itupun disampaikan, tidak saat penangkapan, tapi menyusul
beberapa hari kemudian,” katanya.
Istri Maman, Ratna Kulsum menuturkan, suaminya itu ditangkap tiga kali
oleh petugas kepolisian. Kali pertama ditangkap pada pertengahan
Oktober. Saat itu bulan puasa. Pukul 23.00, Maman dibawa ke kantor
Polsek Bandar Kedungmulyo saat sedang berjalan-jalan di kampungnya.
”Suami saya tiba-tiba langsung dibawa,” tutur Ratna.
Penangkapan kedua terjadi beberapa hari setelah lebaran. Bahkan, saat
itu, sanak saudara Sugik dan Ratna masih berkumpul di rumah. Saat masih
Sholat Ashar, petugas dari Polsek Bandar Kedungmulyo kembali datang.
Mereka hendak membawa Sugik. ”Kakak saya lalu bilang akan mengantarkan
Sugik kalau dia sudah datang,” katanya.
Pukul 16.00, Sugik diantar ke Polsek Bandar Kedungmulyo. Penahanan
Sugik untuk kali kedua itu hanya bertahan dua hari. Sebab, pihak
kepolisian, kata dia, merasa tak cukup bukti untuk menahanannya.
Penangkapan ketiga terjadi pada Mei. Kata Ratna, jalannya persidangan
membuat Sugik harus kembali merasakan pengapnya ruang tahanan. Sebab,
Kemat dan Devid kembali menyebut dia terlibat dalam pembunuhan itu.
Sugik mengatakan, baru pada penangkapan ketiganya inilah surat
penahanan itu dia dapatkan. Sebelumnya, tidak pernah ada surat yang
diberikan kepadanya. Selain itu, tim penyidik dari Polda menanyakan
tentang tempat kejadian penyiksaan tersebut. Sugik mengatakan, semua
penyiksaan dilakukan di tahanan kepolisian. Mulai dari Polsek Bandar
Kedungmulyo hingga Polres Jombang. ”Mereka juga menanyakan siapa saja
yang melakukannya,” katanya. (aga/jpnn)
|