|
PADANG, METRO-- Sebanyak 312.442 penerima Bantuan Langsung tunai
(BLT) Sumbar harap bersabar. Pasalnya, pencairan dana BLT tahap II yang
direncanakan awal September ini tertunda sampai waktu belum ditentukan.
PT POS tidak bisa mencairkan dana kompensasi kenaikan BBM itu, karena
uang dari Departemen Keuangan belum masuk ke rekening PT POS.
“Kita baru dapat info penundaan itu kemarin sore. Tidak hanya Sumbar, tapi secara nasional. Kita tidak tahu apa sebabnya, itu keputusan pemerintah Cq Departemen Keuangan. Sampai saat ini uang dari Depkeu belum sampai ke rekening kita,” kata Deputi Operasi Kanwil Usaha Pos II Sumbar-Riau-Kepri, Bambang Irian kepada koran ini di ruang kerjanya, Jumat (5/9).
Sebelumnya PT POS sudah menjadwalkan pencairan dana BLT tahap II awal September ini. Untuk Sumbar, Kepuluan Mentawai mendapatkan jatah pertama. Rencananya uang BLT untuk 13.858 RTS dengan total Rp 5,543 M akan dicairkan 1 September kemarin. Dan setelah Mentawai adalah Kabupaten Pesisir Selatan Pessel, Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh pada 8 September mendatang. Disusul kabupaten/kota lainnya.
Meski mendapatkan jatah sebelum keluarnya penundaan itu, Mentawai juga belum dicairkan. Sampai hari H uang untuk Mentawai juga tidak turun. “Dengan penundaan ini, otomatis semua jadwal yang telah disusun PT POS tidak berlaku lagi. Kita tidak bisa mencairkan karena uangnya belum turun dari pemerintah,” jelas Bambang.
Pada dasarnya, jelas Bambang PT POS siap mencairkan kapan saja. Begitu ada perintah pencairan dari pemerintah, PT POS langsung membayarkannya kepada masyarakat. Tidak berbeda dengan tahap I, BLT tahap II ini juga dicairkan dengan mekanisme yang sama. Mekanisme pencairan, RTS tinggal membawa potongan kupon BLT tahap I ke kantor pos terdekat. Hanya saja jumlahnya lebih besar, yaitu Rp 400 ribu per RTS.
Kanwil Usaha Pos II Sumbar-Riau-Kepri membawahi tiga provinsi. Di ketiga daerah ini, total RTS yang berhak menerima dana BLT sebanyak 679.828 RTS dengan total dana Rp 271,931 M. Sama halnya dengan Sumbar, pencairan di dua provinsi tetangga ini juga tertunda. Sebelumnya, untuk provinsi Riau dijadwalkan cair mulai tanggal 5-18 September. Sedang Kepuluan Riau dari 12-13 September 2008. (nto)
|