|
Tiga Hari Padang Didera Hujan , Rumpon Nelayan Banyak Rusak |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 06 September 2008 |
|
PADANG, METRO-- Puluhan nelayan di Pantai Puruih keluhkan jumlah
tangkapan yang terus merosot sepekan terakhir. Hujan lebat disertai
badai yang terjadi beberapa waktu terakhir mengakibatkan ombak besar
dan nelayan kesulitan menangkap ikan. “Hujan badai membuat arus laus
menjadi kuat, sehingga rumpon (Sarang ikan buatan-red) kami banyak yang
roboh,” kata Ambo nelayan Puruih, di sela kesibukannya memperbaiki
perahu, Jumat (5/9).
Buntut robohnya rumpon tersebut, jumlah tangkapan ikan nelayan menurun drastis. Menurut nelayan, mereka biasanya mampu membawa pulang dua-tiga keranjang besar penuh terisi ikan. Namun, beberapa waktu belakangan hanya satu keranjang kecil yang mereka dapatkan. “Kadang ongkos beli minyak yang mencapai Rp 50 ribu tidak kembali,” imbuh Ambo disertai anggukan Ari rekan sesama nelayan kemarin siang.
Satu keranjang ikan menurut nelayan, dipatok dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. Harga tersebut berlaku bila ikan yang ada dalam keranjang jenis yang laku di pasaran. Sementara, bila ikan yang didapat campur-aduk, harga melorot mencapai belasan ribu rupiah dan nelayan cenderung memasak sendiri ikan itu di rumah, daripada harus menjualnya kendati ongkos melaut terlanjur keluar.
Para nelayan di Daerah Puruih berangkat melaut pagi hari usai shalat shubuh. Mereka menangkap ikan jenis, Kerapu, Gamboloh, Sisiak dan Kakap menggunakan pancing. Lokasi pemancingan sudah ditentukan sebelumnya yaitu berdekatan dengan rumpon-rompon yang mereka tanam jauh hari sebelumnya di tengah laut. (u)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|