|
GN PANGILUN, METRO-- Kepala Kejaksaan Negeri Padang Slamet Riady
SH MH menjadi tuan rumah, pertemuan Muspida plus Kota Padang, Kamis
(4/9) lalu. Pertemuan yang digelar sekitar pukul 22.00 WIB di aula
Kejari Padang di kawasan Gunuang Pangilun tersebut, menurutnya hanyalah
pertemuan silaturahmi sesama Muspida yang telah rutin diagendakan.
“Saya jamin, pertemuan ini tidak ada hubungannya dengan penyidikan kasus tanah di SMPN 36 Padang. Percayalah. Saya tidak main-main dalam menyidik kasus korupsi. Saya ke sini ditugasi untuk bekerja,” tegas Slamet Riady ketika ditemui sebelum acara dilangsungkan. Pertemuan yang berakhir menjelang dinihari itu, dihadiri Walikota Padang Drs Fauzi Bahar, Wakil Walikota Drs Yusman Kasim, Dandim, PN Padang dan beberapa Kepala Dinas. Pertemuan itu, dilaksanakan secara tertutup.
Bahas Pemilu KDH
Kepada POSMETRO, Kepala Kesabangpol Kota Padang Surya Budhi SH usai pertemuan menegaskan, pertemuan “Malam Jumat” yang dilakukan Muspida Kota Padang di kantor Kejari itu, membahas pelaksaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu KDH) Kota Padang, yang akan dihelat 23 Oktober mendatang.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas ketenteraman selama Ramadhan. Seperti, penertiban yang dilakukan Pol PP Padang dan penertiban lainnya, seperti larangan dan pembahasan izin dibukanya kafe-kafe selama Ramadhan. “Selain Pemilu KDH, dalam pertemuan itu juga membahas tentang larangan beroperasinya kafe (tempat hiburan) selama Ramadhan, penertiban pedagang makanan yang masih berjualan di siang hari dan lainnya,” ujar Surya Budhi ketika dihubungi Kamis sekitar pukul 23.55 WIB.
Dikatakan, pertemuan yang dicetus Pemko Padang dengan tuan rumah Kajari Padang ini merupakan pertemuan rutin Muspida Kota Padang. Namun, saat ditanya apakah pertemuan tersebut ada membahas tentang kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan gedung SMPN 36 Padang Sarai, Surya Budi dengan diplomatis berkata, “Tidak. Hal itu tidak di bahas dalam pertemuan tersebut.” (def)
|