|
PADANG, METRO-- Memasuki hari kelima bulan Ramdhan, Kota Padang
masih diguyur hujan. Akibatnya dapat ditebak, buah-buahan yang
dikonsumsi menggunakan es sepi pembeli. Salah satunya adalah kelapa
muda. Awal Ramadhan ini, ternyata belum saatnya pedagang kelapa muda
menangguk untung. Hampir sebagian besar dari pedagang kelapa muda
musiman ini merugi.
Meskipun kelapa muda adalah buah spesial yang selalu ditunggu saat berbuka, namun saat ini segarnya buah kelapa belumlah sesegar nasib penjual kelapa muda itu sendiri. Cuaca yang tidak bersahabat, cenderung membuat penjualan mereka menurun. “Tidak seperti Ramadhan sebelumnya, peminat kelapa muda saat ini berkurang drastis. Hujan yang selalu turun saat menjelang berbuka, berpengaruh besar terhadap penjualan kami,” ungkap Doni, penjual kelapa muda di Jalan Andalas Padang kepada POSMETRO, Jumat (5/9) kemarin.
Doni mengatakan, cuaca yang tidak bersahabat di Kota Padang beberapa hari terakhir, membuat masyarakat enggan keluar rumah dan tidak lagi membutuhkan jenis buah segar untuk berbuka. Akibatnya, kelapa yang didatangkan dari luar kota menumpuk. “Biasanya jika cuaca cerah, pembeli banyak yang berdatangan. Sehingga seringkali kami kekurangan stok. Tapi sekarang, sejak kelapa datang, belum berapa biji yang terjual,” ujarnya.
Senada dengan Doni, Irfan yang menjual kelapa muda di Bandar Buat, juga mengeluhkan hal yang sama. Walau tak sesepi Doni, namun omset penjualan Irfan jauh menurun. Menurutnya, dia biasa menjual antara 175-200 butir kelapa setiap hari. Tapi sekarang, terjual 50 butir saja sudah bagus. “Memang jauh lebih sepi ketimbang tahun sebelumnya. Mudah-mudahan cuaca membaik dan kami pun mendapatkan penghasilan yang baik pula,” ucapnya berharap.(z)
|