Saat ini ada 8 tamu online
Satu Rupiah, Harga Terbaik Saat Ini, Program Esia Bagi Masyarakat Indonesia pdf  | cetak |
Minggu, 07 September 2008
“h, km dmn?”
“gw d rmh, jd kt prg?”
“jd dnk. U jmp jm 2, tg ya”
 Short massege service (sms) seperti di atas tak hanya milik kawula muda saja. Tak percaya, para pengguna perangkat komunikasi handphone beragam usia kini telah sangat mengerti dengan istilah-istilah pemendekan kata.
Sedianya, kita mengirim satu sms tentu, baik dengan karakter penuh atau 160 karakter tentunya dikenakan biaya yang seragam di semua operator telekomunikasi. Bahkan, kalaupun lebih satu karakter saja, menjadi 161 huruf atau angka atau symbol atau karakter akan dikenakan biaya dua sms.

Rugi? Ya, begitulah kini pengguna perangkat telekomunikasi yang tidak lagi bisa dibilang canggih ini. Karena, dari presiden sampai tukang becak punya handphone. Dari ulama besar sampai masyarakat awam menggunakan handphone untuk nelpon dan sms-an.

Barangkali, tulisan ini hanya akan berguna bagi pembaca yang kritis saja. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi dan fitur handphone membuat masyarakat pengguna selain lalai dan abai, juga akhirnya tidak sadar telah mengeluarkan banyak anggaran atau ekonomi biaya tinggi bagi telekomunikasi berjalan mereka ini.

Per Karakter
15 Mei 2008 lalu, kita cukup dikejutkan dengan adanya promo sebuah operator seluler, Esia yang ownernya Bakrie Telecom di samping promo harga jor-joran dari pesaing sesama CDMA maupun GSM lainnya di Indonesia.

Seperti bisa membaca keinginan masyarakat yang kritis dengan pembiayaan handphone yang terus membengkak, sejak mula ada dan hadir di Indonesia, apalagi di Padang, Esia menggebrak kata-kata mahal yang melekat pada telekomunikasi jenis ini.

Adalah sms Rp1 per karakter yang dilaunching serentak se-Indonesia di 15 Mei tersebut. Gebrakan Esia lansung mendapat respon pasar dengan makin digilainya Esia yang sekaligus menyediakan perangkat komunikasi sepaket dengan kartu perdana. Lebih gila lagi, dilaunchingnya program satu rupiah per karakter ini ternyata tanpa syarat, untuk semua operator tujuan. Wah!

Sejak mula ada, Esia seperti hunjaman dan ancaman bagi operator lainnya, tak peduli CDMA aaupun GSM, mereka berebut mengejar ketertinggalan promo harga murah yang kian lama kian mendekati Esia. Tentu saja, Esia punya trik marketing sendiri, yang sampai kini terus diperbarui, termasuk adanya sms Rp1 per karakter ini.
 
“h, km dmn?”
“gw d rmh, jd kt prg?”
“jd dnk. U jmp jm 2, tg ya”

Jika dihitung dengan penghitungan tariff ala Esia, maka pelanggan Esia hanya akan terkena biaya sms untuk sms pertama sejumlah Rp 8 saja. Di sms kedua biayanya hanya Rp 21 saja. Demikian seterusnya. Akumulasi pembiayaan per karakter ini sangat ideal bagi para sms-er yang kian hari kian meramaikan pasar telekomunikasi.

Sebab, belum tentu semua panggilan bisa dijawab di waktu-waktu penerima panggilan sedang menghadapi aktifitas lainnya. Sementara sms tentu saja dapat dibaca kapan saja dan dimana saja penerima sms menginginkan.

Gile Beneer….

Bakrie Telecom selalu muncul dengan gagasan baru yang segar dan inovatif. “Gile Beneer” yang pernah dilaunching di awal keberadaannya di Indonesia, lewat program bundling Nokia 2112 serta diikuti kemudian di akhir 2004 dengan program “Rumpi abiis” menjadikan Esia sebagai CDMA wajib bagi para pengguna telekomunikasi mobile aktif, waktu itu di Jakarta.

Tak hanya sampai di sana, Esia kemudian menggeber program “Hujan Duit” yang memberikan manfaat pengguna Esia mendapat Rp50 setiap menerima telpon semenitnya. Seingat penulis, Esia ditiru oleh salah satu operator seluler dalam program yang mirip atau hampir serupa. Hanya saja bedanya, program operator seluler lain ini telah berhenti sejak lama, sebentar saja sejak digeber, namun Esia terus dipertahankan.

Esia telah menjadi trendsetter dalam industri telekomunikasi. Betapa tidak, program panggilan internasional dengan tariff Rp. 1.188/menit ke 43 negara tujuan dengan kode SLI 1118 telah makin melelehkan hati para pelanggan seluler se-Indonesia.

“Satu Rupiah Per Karakter, Murah Tanpa Syarat”. Pun sempat menggegerkan persaingan seluler-seluler lainnya. Operator seluler lain berebut promo dengan program hamper mirip. Hanya saja, tak ada yang mampu menyamai identik Esia yang mengitung per karakter tanpa harus membaca sms pengrim.

Biaya sms yang dihitung berdasarkan panjang pendeknya isi sms. Semakin singkat isi sms yang dikirimkan maka semakin murah biayanya. Tentu saja, tak ada yang mau berpanjang-panjang. Namanya saja pesan singkat, tentu sesingkat mungkin.

Program sms Rp1 per karakter ini pun makin lekat di hati public seluler. Memang, perhitungan seperti ini lebih adil dirasakan. Daripada hitungan per paket sms yang 160 karakter per sms nya namun terkadang hanya digunakan beberapa karakter saja.

Situasi ekonomi saat ini, yang menuntut konsumen berhemat pas sekali dipasangkan dengan konsep Esia. Maka, tidak heran pasar telekomunikasi saat ini menjadikan Esia sebagai cermin utama program-program public yang ditawarkan. Apapun yang produk Bakrie Telecom (BTEL) ini munculkan selalu menjadi pusat pehatian dan ditiru meski tidak serupa.

Greget Esia juga bahkan sempat menggegerkan pasar telekomunikasi setelh sukses di HP Esia Merdekanya, kini tampil dengan HP Esia Hidayah yang dilengkapi fitur-fitur Islam di dalamnya. Jelas, kompetitor jadi bersungut-sungut. Banyak pihak kemudian menjadikannya gonjang-ganjing. Namun, apa daya, Esia selalu di depan dengan inovasi dan kemajuan demi pelanggan.

Kerjasama yang dilakukan dengan vendor ponsel selama ini, ternyata sangat efektif. Paket Hape Esia Dobel Untung, Hape Esia Ngoceh, hingga Hape Esia Merdeka, kemarin-kemarin sangat mempengaruhi pasar seluler dan menjadikan Esia sebagai produk yang diburu serangkai dengan ponsel yang disertakannya.

Trik Esia bersama “produk rumahan”, Wifone menggaet pelanggan ternyata juga sangat menguntungkan semua pihak. Program yang masih akan efektif sampai Desember 2008 ini, yakni membebaskan percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam kota yang sama cukup menggaet dan menyerap pelanggan-pelanggan Esia & Wifone berikutnya. (*)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif