|
Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Tabing Padang memperingatkan ancaman banjir dan longsor. Hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari ini, memicu longsor di daerah-daerah perbukitan.
Masyarakat diminta lebih meningkatkan kewaspadaan. “Selama seminggu ke depan hujan masih berpeluang terjadi di Sumbar.
Intensitas hujan agak tinggi dan biasanya terjadi sore dan malam hari,”
kata Kasi Observasi dan Informasi BMG Tabing Amarizal.
Diprediksi, hujan dengan intensitas agak tinggi tejadi di Padang,
Pesisir Selatan, Solok, Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, Padangpanjang
dan daerah lainnya. Curah hujan lebih kecil di Sijunjung dan
Dharmasraya.
Hujan yang mengguyur selama berjam-jam, bisa memicu pergerakan tanah
yang labil. Kawasan-kawasan perbukitan yang selama ini rawan longsor
perlu diwaspadai. Terutama di jalan-jalan berbukit yang dilalui arus
mudik lebaran nantinya.
Tingginya curah hujan selama September ini dipicu pergerakan matahari.
Selama sebulan, matahari tepat berada diatas equator. Akibatnya tekanan
menjadi rendah, penguapan tinggi dan angin yang membawa uap air akan
bergerak ke equator.
Topografi daerah Sumbar yang banyak hambatan,
seperti Bukit Barisan, membuat awan lebih banyak terbentuk di tempat
ini. “Sampai sebulan ke depan curah hujan bisa mencapai normal bulanan 413
mm. Dibandingkan Agustus, curah hujan September memang lebih tinggi,”
katanya.
Selain curah hujan, BMG juga mengingatkan ancaman gelombang tinggi di
perairan Mentawai. Menurut BMG, tinggi gelombang di pantai barat
Sumatera adalah antara 1,5 m sampai 2 meter. Sedangkan di perairan
Mentawai mencapai 2,5 meter sampai 3,5 meter. “Angin bergerak dari Bengkulu menuju Utara dengan kecepatan 15-20
km/jam. Masih dalam kondisi normal. Yang perlu diwaspadai itu adalah
gelombang tinggi disekitar perairan Mentawai,” jelasnya. (***)
|