|
Tidak salah jika Sumbar dijuluki supermarket bencana. Hampir semua bencana pernah menghantam propinsi ini. Mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, abrasi pantai sampai angin puting beliung datang silih berganti di semua kawasan di Sumbar.
Menurut data Kesbanglinmas Pemprov Sumbar, sepanjang tahun 2007 banjir
merupakan bencana alam yang paling sering melanda Sumbar. Dari 94
bencana alam plus kebakaran yang terjadi di Sumbar sepanjang 2007 lalu,
22 diantaranya adalah banjir.
Sembilan kabupaten/kota tergenang air,
dengan rekor tertinggi terjadi di Kota Padang (6 kali) dan Kabupaten
Agam (6 kali). Sedang tujuh kabupaten/kota lainnya seperti Kabupaten
Padangpariman (3 kali), Pesisir Selatan (2 kali), dan Tanah Datar,
Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, Dharmasraya
masing-masing satu kali.
Selain banjir, selama 2007 juga terjadi 11 kali longsor di 8
kabupaten/kota di Sumbar, yaitu Padangpariman, Tanah Datar, Kota Padang
masing-masing 2 kali. Kemudian 50 kota, kabupaten solok, Sijunjung,
Pasaman Barat, dan Kota Sawahlunto, masing-masing 1 kali.
Dan diawal
2008 kembali terjadi di Tanahdatar, Rabu (12/3). Sedang untuk abrasi
pantai terjadi 6 kali di Agam dan Pesisir Selatan masing-masing 2 kali
dan Padang serta Pasaman Barat, 1 kali.
Sembilan bencana alam mulai banjir, longsor, abrasi pantai, galodo,
tenggelam, letusan gunung api, gempa bumi sampai angin puting beliung
plus kebakaran yang terjadi di Sumbar selama 2007, menyebabkan 125
orang meninggal, 366 luka berat dan 1586 luka ringan. Kerugian materil
yang disebabkannya mencapai Rp3,592 M.
Kabid Kesiagaan Bencana Kesbanglinmas Pemprov Sumbar Ade Edward kepada
koran ini mengatakan, hampir 19 kabupaten/kota di Sumbar rawan
terjadinya bencana longsor. Mengantisipasi dampak kerusakannya, Ade
yang juga Kapala Sekretariat Satuan Kordinasi Pelaksana Penanggulangan
Bencana (Satkorlak PB) Sumbar mengatakan pemerintah sudah berkordinasi
dengan semua pihak. Termasuk menyiapkan sejumlah alat berat di
lokasi-lokasi rawan longsor.
Demikian juga dengan kesiagaan petugas. Menurut Ade, Satkorlak provinsi
selalu berkoordinasi dengan petugas-petugas Satlak di kabupaten/kota.
Jika terjadi bencana, untuk sementara ditangani oleh daerah, dan
petugas provinsi siap mem back up jika memang dibutuhkan. “Provinsi
sifatnya mem-back up saja. Kalau kabupaten/kota tidak sanggup kita siap
kirimkan bantuan. Petugas kita siap sedia 24 jam. Bukan hanya petugas,
Pusat Kendali Operasi (Pusdalop) penanggulangan bencana Sumbar juga
seperti itu,” kata Ade.
Tingkatkan Kewaspadaan
Sementara itu, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, mengimbau pemerintah
daerah mewaspadai daerah rawan longsor. Dan memperhatikan distribusi
sembako untuk daerah terisolir, menyusul curah hujan tergolong tinggi
selama Ramadan 2008. Hal itu disampaikannya saat buka bersama unsur
Muspida Sumbar dengan bupati/walikota se Sumbar, Kamis kemarin.
Hujan deras yang diperkirakan terjadi selama satu bulan ke depan ini,
dikhawatirkan menimbulkan longsor di kabupaten/kota yang rawan
terjadinya bencana itu. Menurut Gamawan, dalam keadaan itu yang
terpenting adalah kordinasi. Koordinasi yang baik dengan
kabupaten/kota, makin memudahkan antisipasi bencana sehingga tingkat
kerugian yang ditimbulkannya bisa ditekan.
Lokasi rawan bencana biasanya terletak di lereng dan kaki bukit,
bantaran sungai, dekat dari pinggir ngarai, serta di sekitar bibir
pantai. Daerah rawan banjir dan longsor seperti Kota Padang, Solok, dan
Pessel, Kelok 44, dan Tanjung Sani Kabupaten Agam, serta Silaiang Kota
Padang Panjang.
Ditambahkan Ade Edward, dalam penanggulangan bencana yang terpenting
adalah koordinasi. Birokrasi yang berbelit-belit diyakini bisa
menghambat kecepatan penanggulangan bencana. Maka itu, gubernur
sebutnya sudah menginstruksikan kepada Satkorlak untuk segera mengambil
tidakan jika situasi dalam keadaan darurat. “Gubernur telah instruksikan untuk mengambil tindakan secepatnya jika
terjadi keadaan darurat. Setelah itu baru dilaporkan kepada gubernur,
seperti apa perkem bangan dan tindakan yang diambil. Pada situasi ini
birokrasi diputus,” jelas Ade. (***)
|