Saat ini ada 2 tamu online
Waspadai Banjir dan Longsor pdf  | cetak |
Minggu, 07 September 2008
Tidak salah jika Sumbar dijuluki supermarket bencana. Hampir semua bencana pernah menghantam propinsi ini. Mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, abrasi pantai sampai angin puting beliung datang silih berganti di semua kawasan di Sumbar.
Menurut data Kesbanglinmas Pemprov Sumbar, sepanjang tahun 2007 banjir merupakan bencana alam yang paling sering melanda Sumbar. Dari 94 bencana alam plus kebakaran yang terjadi di Sumbar sepanjang 2007 lalu, 22 diantaranya adalah banjir.

Sembilan kabupaten/kota tergenang air, dengan rekor tertinggi terjadi di Kota Padang (6 kali) dan Kabupaten Agam (6 kali). Sedang tujuh kabupaten/kota lainnya seperti Kabupaten Padangpariman (3 kali), Pesisir Selatan (2 kali), dan Tanah Datar, Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Kota Sawahlunto, Dharmasraya masing-masing satu kali.

Selain banjir, selama 2007 juga terjadi 11 kali longsor di 8 kabupaten/kota di Sumbar, yaitu Padangpariman, Tanah Datar, Kota Padang masing-masing 2 kali. Kemudian 50 kota, kabupaten solok, Sijunjung, Pasaman Barat, dan Kota Sawahlunto, masing-masing 1 kali.

 Dan diawal 2008 kembali terjadi di Tanahdatar, Rabu (12/3). Sedang untuk abrasi pantai terjadi 6 kali di Agam dan Pesisir Selatan masing-masing 2 kali dan Padang serta Pasaman Barat, 1 kali.

Sembilan bencana alam mulai banjir, longsor, abrasi pantai, galodo, tenggelam, letusan gunung api, gempa bumi sampai angin puting beliung plus kebakaran yang terjadi di Sumbar selama 2007, menyebabkan 125 orang meninggal, 366 luka berat dan 1586 luka ringan. Kerugian materil yang disebabkannya mencapai Rp3,592 M.

Kabid Kesiagaan Bencana Kesbanglinmas Pemprov Sumbar Ade Edward kepada koran ini mengatakan, hampir 19 kabupaten/kota di Sumbar rawan terjadinya bencana longsor. Mengantisipasi dampak kerusakannya, Ade yang juga Kapala Sekretariat Satuan Kordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Sumbar mengatakan pemerintah sudah berkordinasi dengan semua pihak. Termasuk menyiapkan sejumlah alat berat di lokasi-lokasi rawan longsor.

Demikian juga dengan kesiagaan petugas. Menurut Ade, Satkorlak provinsi selalu berkoordinasi dengan petugas-petugas Satlak di  kabupaten/kota. Jika terjadi bencana, untuk sementara ditangani oleh daerah, dan petugas provinsi siap mem back up jika memang dibutuhkan. “Provinsi sifatnya mem-back up saja. Kalau kabupaten/kota tidak sanggup kita siap kirimkan bantuan. Petugas kita siap sedia 24 jam. Bukan hanya petugas, Pusat Kendali Operasi (Pusdalop) penanggulangan bencana Sumbar juga seperti itu,” kata Ade.

Tingkatkan Kewaspadaan

Sementara itu, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, mengimbau pemerintah daerah mewaspadai daerah rawan longsor. Dan memperhatikan distribusi sembako untuk daerah terisolir, menyusul curah hujan tergolong tinggi selama Ramadan 2008. Hal itu disampaikannya saat buka bersama unsur Muspida Sumbar dengan bupati/walikota se Sumbar, Kamis kemarin.

Hujan deras yang diperkirakan terjadi selama satu bulan ke depan ini, dikhawatirkan menimbulkan longsor di kabupaten/kota yang rawan terjadinya bencana itu. Menurut Gamawan, dalam keadaan itu yang terpenting adalah kordinasi. Koordinasi yang baik dengan kabupaten/kota, makin memudahkan antisipasi bencana sehingga tingkat kerugian yang ditimbulkannya bisa ditekan.

Lokasi rawan bencana biasanya terletak di lereng dan kaki bukit, bantaran sungai, dekat dari pinggir ngarai, serta di sekitar bibir pantai. Daerah rawan banjir dan longsor seperti Kota Padang, Solok, dan Pessel, Kelok 44, dan Tanjung Sani Kabupaten Agam, serta Silaiang Kota Padang Panjang.

Ditambahkan Ade Edward, dalam penanggulangan bencana yang terpenting adalah koordinasi. Birokrasi yang berbelit-belit diyakini bisa menghambat kecepatan penanggulangan bencana. Maka itu, gubernur sebutnya sudah menginstruksikan kepada Satkorlak untuk segera mengambil tidakan jika situasi dalam keadaan darurat. “Gubernur telah instruksikan untuk mengambil tindakan secepatnya jika terjadi keadaan darurat. Setelah itu baru dilaporkan kepada gubernur, seperti apa perkem bangan dan tindakan yang diambil. Pada situasi ini birokrasi diputus,” jelas Ade. (***)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

DPRD Ragukan PE 6,0 Persen

05.12.2008

PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tak Bayar, Listrik PA Terancam Diputus

04.12.2008 | Metro Padang

PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…



advert-4.jpg

indosat.gif