Saat ini ada 7 tamu online
Tahanan Polres Bangka Tewas!! pdf  | cetak |
Minggu, 07 September 2008
SUNGAILIAT, METRO-- Agus Ali (30) asal Desa Rasuan, Kecamatan Buang Medang 2, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan yang tinggal di BTN Air Ruay dan merupakan tahanan Polres Bangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan Psikotropika jenis ekstasi, Sabtu (6/9) tewas di sel Mapolres Bangka.  Dari penuturan keluarga korban yang melihat jenazah Agus Ali di Ruang Jenazah RSUD Sungailiat, terdapat luka-luka lebam di wajah dan kaki korban.
Keluarga korban yang sudah menunggu kurang lebih 8 jam sempat bentrok dengan Polisi karena tidak diperbolehkan masuk melihat jenazah Agus Ali.  Dari pantauan Koran ini sejak pukul 09.30, suasana di Sel Mapolres Bangka terlihat dipenuhi Provost Polres Bangka dan juga ada Propam Polda, yakni AKP Maladi bersama jajarannya. 

Sedangkan Kapolres Bangka, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam berada di Mapolda Babel, sehingga wartawan tidak mendapat keterangan apapun. Sekitar pukul 10.00 WIB, wartawan meluncur ke RSUD Sungailiat karena mendapat informasi bahwa korban Agus Ali sudah dibawa ke RSUD Sungailiat, dan sewaktu melihat di ruang kamar mayat RSUD Sungailiat sudah disesaki anggota keluarga korban dan juga aparat Polres Bangka yang menjaga ketat kamar mayat dipimpin KBO Reskrim Ipda Rika S Sigalingging.

Ketika wartawan Koran ini mencoba konfirmasi dengan Dokter jaga UGD RSUD Sungailiat Dr Irma, ia mengatakan kepada Staff Humas RSUD Sungailiat, Chandra, bahwa pihak rumah sakit tidak bisa memberikan keterangan apa-apa kepada wartawan karena mengenai hasil pemeriksaan korban diserahkan ke pihak kepolisian dan hasilnya secara tertulis. “Kalau mau konfirmasi langsung ke Polres, karena yang memberikan informasi adalah Kepolisian,” ungkap Chandra yang mengulang pernyataan Dr Irma.

Sekitar pukul 15.00 WIB, perwira Polres Bangka yakni Kasat Reskrim AKP Fibri Karpiananto, Kasat Intelkam AKP Radhitya Wicaksono, Kabag Ops AKP Rully TL, Kasat Samapta mendatangi ruang Jenazah RSUD Sungailiat.

Sekitar pukul 15.30 WIB sempat terjadi ketegangan antara keluarga korban yang juga anggota Brimob dengan pihak Polres Bangka, karena ada salah seorang anggota Polisi yang bertugas sebagai dokumentasi memfoto salah seorang anggota keluarga korban, namun untunglah bisa ditenangkan walaupun anggota Polisi yang memfoto sempat dikejar.

Istri korban, Ria, juga sempat tak kuasa menahan emosi dan ingin membuka pintu kamar mayat, namun bisa dicegah Ipda Rika dengan mengatakan, “Saya mohon jangan dibuka pintu itu tunggu pimpinan saya,” ungkap Ipda Rika yang dibalas oleh Ria, “Kami sudah menunggu dari pagi dan sekarang sudah jam berapa!?”

Sekitar pukul 15.50 WIB, Kabid Propam Polda Babel AKBP Drs Sudarsono SH bersama Kabid Dokkes Polda dan Dokter Brimob Ipda Dr Charles Siagiaan bersama Kapolres Bangka AKBP Norman Widjajadi Sik serta Wakapolres Bangka serta para perwira datang ke kamar mayat, dan setelah itu barulah pihak keluarga korban yakni istri korban dan beberapa anggota keluarganya diperbolehkan melihat jenazah yang sudah terbaring di kamar mayat sekitar 8 jam.

Ketika masuk itulah, suasana histeris dan jeritan tangis langsung terdengar dari dalam kamar mayat. Istri korban yang keluar dari kamar mayat langsung berteriak bahwa suaminya itu, dibunuh karena terdapat luka-luka di tubuhnya. “Dibunuh! Dibunuh! Tubuhnya luka-luka,” ungkap Ria.

Anggota keluarganya yang lain pun mengatakan demikian dan itulah alasan kenapa Polisi tidak memperbolehkan keluarganya melihat jenazah Agus Ali. Salah seorang anggota keluarga korban juga sempat hendak memukul salah seorang penyidik yang menangani kasus Agus Ali, namun untunglah sempat ditahan.

Istri korban juga sempat mencaci maki Polisi. Anak korban yang baru berusia sekitar 6 tahun juga terlihat menangis ketakutan. Keluarga korban melihat jenazah Agus Ali sekitar 10 menit.

Kapolres Bangka AKBP Norman Widjajadi, Sik yang dikonfirmasi di RSUD Sungailiat mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan apa-apa karena masih menunggu pemeriksaan tim dokter Polda. “Kita tidak bisa memberikan keterangan apa-apa karena masih menunggu pemeriksaan,” ungkap Kapolres yang dikonfirmasi sekitar pukul 16.45 WIB.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Propam AKBP Drs Sudarsono SH yang mengatakan kepada wartawan agar konfirmasi ke Kapolres Bangka. “Saya hanya mendampingi saja kalau konfirmasi ke Kapolres saja,” ungkap Sudarsono yang dikonfirmasi seusai Shalat Ashar di Mushala RSUD Sungailiat. (eed/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

DPRD Ragukan PE 6,0 Persen

05.12.2008

PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tak Bayar, Listrik PA Terancam Diputus

04.12.2008 | Metro Padang

PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…



advert-4.jpg

indosat.gif