|
SUNGAILIAT, METRO-- Agus Ali (30) asal Desa Rasuan, Kecamatan Buang Medang 2, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan yang tinggal di BTN Air Ruay dan merupakan tahanan Polres Bangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan Psikotropika jenis ekstasi, Sabtu (6/9) tewas di sel Mapolres Bangka. Dari penuturan keluarga korban yang melihat jenazah Agus Ali di Ruang Jenazah RSUD Sungailiat, terdapat luka-luka lebam di wajah dan kaki korban.
Keluarga korban yang sudah menunggu kurang lebih 8 jam sempat bentrok
dengan Polisi karena tidak diperbolehkan masuk melihat jenazah Agus
Ali. Dari pantauan Koran ini sejak pukul 09.30, suasana di Sel
Mapolres Bangka terlihat dipenuhi Provost Polres Bangka dan juga ada
Propam Polda, yakni AKP Maladi bersama jajarannya.
Sedangkan Kapolres
Bangka, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam berada di Mapolda Babel,
sehingga wartawan tidak mendapat keterangan apapun. Sekitar pukul 10.00 WIB, wartawan meluncur ke RSUD Sungailiat karena
mendapat informasi bahwa korban Agus Ali sudah dibawa ke RSUD
Sungailiat, dan sewaktu melihat di ruang kamar mayat RSUD Sungailiat
sudah disesaki anggota keluarga korban dan juga aparat Polres Bangka
yang menjaga ketat kamar mayat dipimpin KBO Reskrim Ipda Rika S
Sigalingging.
Ketika wartawan Koran ini mencoba konfirmasi dengan Dokter jaga UGD
RSUD Sungailiat Dr Irma, ia mengatakan kepada Staff Humas RSUD
Sungailiat, Chandra, bahwa pihak rumah sakit tidak bisa memberikan
keterangan apa-apa kepada wartawan karena mengenai hasil pemeriksaan
korban diserahkan ke pihak kepolisian dan hasilnya secara tertulis. “Kalau mau konfirmasi langsung ke Polres, karena yang memberikan
informasi adalah Kepolisian,” ungkap Chandra yang mengulang pernyataan
Dr Irma.
Sekitar pukul 15.00 WIB, perwira Polres Bangka yakni Kasat Reskrim AKP
Fibri Karpiananto, Kasat Intelkam AKP Radhitya Wicaksono, Kabag Ops AKP
Rully TL, Kasat Samapta mendatangi ruang Jenazah RSUD Sungailiat.
Sekitar pukul 15.30 WIB sempat terjadi ketegangan antara keluarga
korban yang juga anggota Brimob dengan pihak Polres Bangka, karena ada
salah seorang anggota Polisi yang bertugas sebagai dokumentasi memfoto
salah seorang anggota keluarga korban, namun untunglah bisa ditenangkan
walaupun anggota Polisi yang memfoto sempat dikejar.
Istri korban, Ria, juga sempat tak kuasa menahan emosi dan ingin
membuka pintu kamar mayat, namun bisa dicegah Ipda Rika dengan
mengatakan, “Saya mohon jangan dibuka pintu itu tunggu pimpinan saya,”
ungkap Ipda Rika yang dibalas oleh Ria, “Kami sudah menunggu dari pagi
dan sekarang sudah jam berapa!?”
Sekitar pukul 15.50 WIB, Kabid Propam Polda Babel AKBP Drs Sudarsono SH
bersama Kabid Dokkes Polda dan Dokter Brimob Ipda Dr Charles Siagiaan
bersama Kapolres Bangka AKBP Norman Widjajadi Sik serta Wakapolres
Bangka serta para perwira datang ke kamar mayat, dan setelah itu
barulah pihak keluarga korban yakni istri korban dan beberapa anggota
keluarganya diperbolehkan melihat jenazah yang sudah terbaring di kamar
mayat sekitar 8 jam.
Ketika masuk itulah, suasana histeris dan jeritan tangis langsung
terdengar dari dalam kamar mayat. Istri korban yang keluar dari kamar
mayat langsung berteriak bahwa suaminya itu, dibunuh karena terdapat
luka-luka di tubuhnya. “Dibunuh! Dibunuh! Tubuhnya luka-luka,” ungkap
Ria.
Anggota keluarganya yang lain pun mengatakan demikian dan itulah alasan
kenapa Polisi tidak memperbolehkan keluarganya melihat jenazah Agus
Ali. Salah seorang anggota keluarga korban juga sempat hendak memukul salah
seorang penyidik yang menangani kasus Agus Ali, namun untunglah sempat
ditahan.
Istri korban juga sempat mencaci maki Polisi. Anak korban yang
baru berusia sekitar 6 tahun juga terlihat menangis ketakutan. Keluarga
korban melihat jenazah Agus Ali sekitar 10 menit.
Kapolres Bangka AKBP Norman Widjajadi, Sik yang dikonfirmasi di RSUD
Sungailiat mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan
apa-apa karena masih menunggu pemeriksaan tim dokter Polda. “Kita tidak bisa memberikan keterangan apa-apa karena masih menunggu
pemeriksaan,” ungkap Kapolres yang dikonfirmasi sekitar pukul 16.45
WIB.
Hal senada juga diungkapkan Kabid Propam AKBP Drs Sudarsono SH yang
mengatakan kepada wartawan agar konfirmasi ke Kapolres Bangka. “Saya
hanya mendampingi saja kalau konfirmasi ke Kapolres saja,” ungkap
Sudarsono yang dikonfirmasi seusai Shalat Ashar di Mushala RSUD
Sungailiat. (eed/jpnn)
|