|
JAKARTA, METRO-- Perkembangan harga daging sampai pada minggu pertama bulan puasa terus merangkak naik. Diperkirakan harga daging ini bila tidak segera dikendalikan dapat mencapai harga Rp80 ribu per kilogram (kg).
Para pedagang daging di Pasar Jatinegara, Jalan Matraman Raya,
Balimester, Jakarta Timur, mulai merasa resah atas kenaikan harga ini
dan meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengendalikan harga
pasar. "Kami harap pemerintah segera mengambil tindakan," ungkap seorang pedagang daging M Yusuf Rahman, 44, di Jakarta, Sabtu (6/9).
Menurut pria yang sudah 25 tahun berjualan daging tersebut saat ini
konsumennya berkurang hingga 50 persen dibandingkan bulan puasa tahun
lalu. Tahun lalu saja, menurutnya, konsumen daging masih ramai
menjelang sepuluh hari pertama bulan puasa. Namun sekarang, hari kedua
bulan puasa saja konsumen daging sudah mulai berkurang drastis.
"Mungkin ini ulah supplier," tuduhnya seperti dilansir okezone.com,
kemarin.
Kenaikan harga daging tersebut memang sudah terjadi sejak dua minggu
sebelum bulan puasa. Kenaikan harga tersebut terasa perlahan tetapi
konstan, besaran keniakannya sekitar seribu rupiah setiap kali naik.
"Mulai dari harga daging per kg nya Rp55 ribu, pada saat seminggu
sebelum puasa, hingga kini sudah mencapai Rp60 ribu," katanya kepada
wartawan.
Akibat dari kenaikan harga tersebut para konsumen daging pun jadi
berkurang secara drastis, sehingga pendapatan mereka pun turut
berkurang. "Kalau biasanya pedagang bisa menjual hingga 90 kg per hari,
kini 50 kg saja sudah bagus," katanya.
Pedagang lainnya, Hambali mengatakan pemerintah perlu mengambil
tindakan agar harga daging tidak terus naik dan tidak terbeli oleh
masyarakat. Meski begitu menurutnya, stok daging untuk dikonsumsi
masyarakat hingga lebaran bisa tercukupi.
Pedagang daging di pasar Jatinegara mengaku mendapatkan stok dari rumah
potong di Cakung dan Karawaci. Harga daging pada tingkat dari
distributor saja sudah mencapai harga Rp58 ribu per kg. "Pemerintah
kalau tidak bisa mengendalikan, harga daging bisa semakin tidak
terkendali," tutur Hambali.
Sementara, menurut pantauan harga sayur di Pasar Jatinegara sampai saat
ini belum banyak mengalami kenaikan. Harga cabai pada umumnya mengalami
penurunan yang cukup drastis. Harga cabai merah Rp15 ribu per kg,
padahal sempat mencapai harga Rp24 ribu per kg sebelumnya.
Begitu pula harga kentang (Rp6.000 per kg) dan bawang (Rp7.000 per kg)
relatif stabil. Menurut Momo, seorang pedagang sayur, harga tomat
mengalami kenaikan dari harga Rp 5.000 jadi Rp 7.000. "Kenaikan harga
mengalami puncaknya pada H-7 menjelang lebaran," katanya. (int)
|