|
Banjir Sumut Semakin Meluas, Bocah Tewas Terseret Arus |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 07 September 2008 |
|
DELI SERDANG, METRO-- Banjir yang melanda Sumatera Utara (Sumut) semakin meluas. Banjir yang telah melanda empat wilayah, yakni Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara dan Mandailing Natal ini bahkan menyebabkan seorang bocah tewas.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, bocah berusia 10
tahun itu bernama Ramadhani, warga Jl Antara, Lubuk Pakam, Kabupaten
Deli Serdang. Saat kejadian Jumat (5/9) pagi, pelajar kelas IV SD ini
sedang bermain air bersama kawan-kawannya tak jauh dari tepian Sungai
Batu Gingging. Korban terseret arus dan baru ditemukan setelah hanyut
selama dua jam.
Banjir di Kabupaten Deli Serdang menyebabkan tergenangnya rumah-rumah
penduduk dan bangunan pemerintahan yang berada di Kecamatan Galang,
Beringin dan Kecamatan Lubuk Pakam. Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter di beberapa tempat,
menyebabkan sebagian warga mengungsi ke rumah sanak-saudaranya. Mereka
khawatir genangan air yang bersumber dari Sungai Buaya dan Sungai
Galang semakin tinggi sebab hujan masih terus turun.
Kabupaten Serdang Bedagai yang bertetangga dengan Kabupaten Deli
Serdang juga terkena imbas banjir tersebut. Sejumlah warga yang
bermukim di Kecamatan Perbaungan juga sudah mulai mengungsi karena
khawatir banjir semakin meluas.
Di Kabupaten Batubara, banjir yang terjadi sejak Kamis 4 September 2008
bahkan belum juga surut. Sejumlah warga yang berada di Kecamatan Lima
Puluh memutuskan untuk mengungsi. Sejauh ini, dilaporkan sudah 247 keluarga yang mengungsi.
Mereka
umumnya berasal dari Desa Simpang Gambus, Kebun Tanah Gambus, Tanah
Itam Ilir dan Gambus Laut. Jumlah pengungsian diperkirakan semakin
meningkat karena luapan air semakin tinggi.
Banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten
Mandailing Natal. Dua desa yang termasuk kondisinya cukup parah
terendam air, yakni Desa Hutagodang Muda dan Desa Muara Batang Angkola.
Kedua desa ini berdekatan dengan Sungai Batang Gadis. Ratusan rumah
terendam, dan sebagian besar warga kedua desa sudah mengungsi. “Banjir di desa ini biasanya terjadi tujuh kali dalam setahun. Tetapi
belakangan makin sering sebab hutan sudah gundul,” kata Aswanuddin,
Kepala Desa Muara Batang Angkola.
|
|
|
|
|
|
05.12.2008
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…
04.12.2008 | Metro Padang
PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…
|
|