|
PAYOKUMBUAH, METRO--Meski otak dan pelaku ranmor yang selama ini
meresahkan di Payokumbuah telah ditangkap, aparat kepolisian tetap
meminta warga untuk benar-benar berhati-hati dan menaati peraturan
berkendaraan.
Dari data yang ada saat ini di Mapolresta Payokumbuah, tingkat pencurian kendaraan bermotor sampai awal September 2008 ini saja telah meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Kapolresta yang diwakili Kabag Binamitra Kompol Erlon WSD melalui Buya Yusri MY dari Polsek Kota menyampaikan bahwa di tahun 2006 lalu tercatat 24 kendaraan bermotor hilang. Kejahatan pencurian kendaraan ini ternyata meningkat di tahun 2007 yang mencapai 64 kendaraan roda dua hilang.
“Nah, di tahun 2008, masih bulan September awal ini telah terdata 68 kendaraan bermotor roda dua hilang dicuri. Jelas ini sangat mengkhawatirkan kita semua,” ujar Buya Yusri MY di depan jamaah Tarawih Masjid Al-Husna Kelurahan Tambago Payokumbuah Utara, Sabtu (6/9) malam lalu.
Buya Yusri menyebutkan akibat kurang hati-hatinya warga menjaga harta bendanya ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Apalagi, kalau yang kehilangan motor adalah warga Tambago yang mayoritas adalah petani sayur yang sukses. Kawasan agrobisnis ini tentunya akan resah dan gelisah jika hasil produksi sayur mereka yang berbuah motor yang dibeli dari hasil penjualan sayur hilang begitu saja.
Diakui, jumlah aparat kepolisian di Payokumbuah ditambah banyaknya materi tugas yang harus dilakukan, tentu saja tidak semua mampu ditangani dan dijaga terus-menerus oleh polisi. Buya Yusri menyebutkan bahwa Kapolresta Payokumbuah terus mengimbau warga agar melakukan patroli keamanan mandiri seperti siskamling di lingkungan tempat tinggal.
“Yang pasti, setiap warga dengan harta bendanya masing-masing harus menjaga dan melakukan kontrol setiap saat. Jangan misalnya, kendaraan ditinggalkan tanpa terkunci atau diletakkan di tempat sembarangan. Tentu, ini mengundang maling untuk beraksi. Mari sama-sama kita jaga hal ini,” ungkap Buya Yusri.
Disisi lain, Buya Yusri yang terkenal dengan ilmu agama yang cukup mumpuni ini tampil di Masjid Al-Husna bersama Tim V Safari Ramadhan Pemko Payokumbuah. Dalam dakwahnya, sesekali Buya Yusri menyelipkan pengarahan agar warga taat dengan aturan, baik aturan bermasyarakat, berlalu-lintas sampai kepada menjaga hubungan antar warga.
“Kenyamanan dan kedamaian antar warga tercipta dengan silaturahmi. Makanya, hablumminannas, atau hubungan antar manusia perlu kita tingkatkan,” ungkap Buya Yusri yang tak lupa membumbui ceramahnya dengan humor-humor yang khas. Puasa sendiri, kata Buya Yusri memberikan peningkatan Ukhuwah Islamiyah, ilmu pengetahuan, amal ibadah, ekonomi dan pengendalian emosi. Berpuasa juga akan mempertebal iman dan meingkatkan kepedulian sesama dan lingkungan.
Tinggi
Sebab ketidaktahuan atau kurangnya ilmu tentang berlalu-lintas, maka di tahun 2008 sampai September ini saja, telah terdata korban kecelakaan sebanyak 14 orang meninggal dunia. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di 2007 terdapat angka kematian sebab kecelakaan lalu-lintas sebanyak 35 orang meninggal dan di tahun 2006, 20 orang meninggal.
“Kita harus akui, semua ini akibat sikap sombong, kurang sabar, kurangnya ilmu tentang berlalu-lintas yang baik dan benar serta banyaknya pengendara yang yang tidak taat aturan,” Buya Yusri menambahkan diiyakan oleh Kabag Binamitra Kompol Erlon WSD.
Safari Ramadhan yang berlangsung cukup lama di Masjid Al-Husna itu berhasil mengumpulkan banyak keluhan masyarakat. Masukan dan saran jamaah pun dijanjikan akan diteruskan ke Walikota untuk segera ditindaklanjuti.(s)
|