Saat ini ada 2 tamu online
Sepekan Puasa, Omzet Pedagang Pakaian Meningkat pdf  | cetak |
Minggu, 07 September 2008
PADANG, METRO-- Meningkatnya jumlah pengunjung ke Pasar Raya Padang sejak seminggu terakhir, ternyata cukup berpengaruh terhadap omzet harian pedagang. Bahkan, sejumlah pedagang mengakui omzet mereka naik hingga 40 persen lebih.
Pantauan POSMETRO di Pasar Raya Padang, Minggu (7/9) kemarin, pedagang pakaian mulai panen pembeli. Hal ini menurut mereka, karena pembeli mengkhawatirkan meningkat tajamnya harga jual saat mendekati Lebaran. “Biasanya omzet per hari sekitar Rp 500.000 hingga Rp 800.000. Sekarang baru buka setengah hari saja, sudah dapat Rp 700.000,” ujar Subhan (42), pedagang pakaian yang ditemukan di Pasar Raya Padang Tahap IV.

Pria yang mengaku tinggal di Lubuk begalung ini mengaku, omzetnya mulai melonjak sejak Kamis lalu. Salah satu kiat yang dilakukan Subhan untuk menarik minat konsumen adalah diskon khusus. “Masyarakat kita kan senang dengan diskon, nah saya pun mencoba untuk menerapkannya dan ternyata mendapat respon pembeli,” jelasnya membuka rahasia.

Dikatakannya, untuk satu potong baju kaos yang biasa dijual antara Rp 35.000-Rp 50.000, sekarang hanya dijualnya seharga Rp 25.000-Rp 30.000. Meskipun harga yang ditawarkannya jauh dari harga resmi, tapi Subhan tak merasa rugi. Karena seluruh barang yang dijualnya adalah barang yang dibelinya jauh hari sebelumnya. Sehingga pemberian diskon tak berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkannya.

Subhan tak menampik, meski di satu sisi omzetnya meningkat, namun menurutnya jumlah pengunjung tidaklah seramai tahun lalu. Walau tak mengetahui penyebab pastinya, tapi Subhan memperkirakan hal itu timbul akibat pengaruh kenaikan BBM dan elpiji. Tak berbeda dengan Subhan, Yulius (39) juga mengatakan hal serupa. Malah menurutnya, saat ini pembeli lebih didominasi anak muda. Kondisi ini tentu saja menguntungkannya.

“Barang nan awak jua ko alah distok sajak duo bulan lampaui. Kalaupun kini modal naiak, indak bapangaruah ka penjualan awak doh,” jelasnya. Saat ditanya alasannya tak menerapkan diskon sebagaimana dilakukan Subhan, Yulius mengatakan kalau hal itu tak perlu dilakukannya. Sebab harga yang ditawarkannya saat ini sudah sangat bersaing dan tak perlu harus ada diskon lagi.

Sementara itu, harga kebutuhan dapur seperti daging dan ikan tetap stabil. Walau beberapa hari lalu sempat melonjak, sekarang pedagang telah menjual dagangannya dengan harga normal kembali. Seperti ayam potong dengan ukuran 2,2 kg dijual seharga Rp 26.000 per ekor, daging sapi Rp 60.000/kg. Hal serupa juga terjadi ikan laut. Harga Ikan Capa seberat 0,5 kg lebih, dijual seharga Rp 27.000. Turunnya harga jual ini, tentu cukup menggembirakan kalangan ibu rumah tangga.

Kalau harga daging sudah kembali stabil, namun tidak demikian halnya dengan harga sayuran. Pantauan POSMETRO di lapangan. Pare dan Tomat menunjukkan lonjakkan harga yang cukup signifikan. Tomat yang biasanya diperdagangkan di kisaran Rp 3000 s/d Rp 4000 untuk setiap kilonya, kemarin diperdagangkan dengan harga Rp 7000 per kg. Sedangkan Pare yang biasanya dengan ukuran sama diperdagangkan seharga Rp 1500, kemarin dijual seharga Rp 5000 per buah.

Wortel tanpa daun yang biasanya diperdagangkan seharga Rp 6000 per kg, kemarin dijual seharga Rp 8000 per kg. Sedangkan harga komoditi bawang merah dan bawang putih masih stabil sejak lonjakan harga jelang Ramadhan lalu. Bawang putih masih diperdagangkan di kisaran Rp 10.000 per kg.(ted/r)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

DPRD Ragukan PE 6,0 Persen

05.12.2008

PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tak Bayar, Listrik PA Terancam Diputus

04.12.2008 | Metro Padang

PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…



advert-4.jpg

indosat.gif