|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Dari tahun ke tahun, para petani di
kabupaten Limopuluah Kota, khususnya di kenagarian Pauh Sangik,
kecamatan Akabiluru, terus mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk
bersubsidi.
Keluhan, terhadap masa depan warga yang banyak arti itu
disampaikan Asmundi (60), salah seorang anggota Banmus setempat kepada
rombongan tim VI Safari Ramadhan kabupaten Limopuluah Koto, Kamis (4/9)
di masjid Raya jorong Pauh Sangik, kenagarian Pauh Sangik, kecamatan
Akabiluru.
Kata Asmuni, setiap musim panen, pupuk bersubsidi selalu menghilang di peradaran, raib entah kemana, kamipun heran, kemana rimbanya bantuan pemerintah itu. Padahal, di nagari ini, rata-rata masyarakat banyak yang bertani bahkan hasil pertanian yang beredar di pasaran banyak yang berdatangan dari Pauh Sangik ini. Namun kami kok sulut mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut.
Kunjungan tim VI Safari Ramadhan Kabupaten Limopuluah Koto terdiri dari unsur Kejaksaan Negeri, yang dipimpin Kajari Payokumbuah, H Sungarpin bersama Kasi Intelnya, kepala BPKD Ambardi, Kadis Perhubungan Drs H Ahmad Ansyori BSc, Pd, anggota DPRD, MUI dari Kesra Drs Adimar Said, Muspika dan sebagainya. Besar harapan kami agar aspirasi kami ini dapat ditindaklanjuti.
“Dalam kunjungan tim Ramadhan ini, kami berharap, aspirasi yang langsung ditangkap dari masyarakat ini benar-benar disikapi dengan baik dan berkelanjutan, agar yang menjadi unek-unek kami ini benar-benar terealisasi dengan baik. Selama ini, kegelisahan yang kami hadapi, tidak dapat dikatakan, karena kami tidak ada tempat mengadu. Nah pada kesempatan inilah kami benar-benar puas, dapat bertemu dengan semua unsur dan dapat pula memohon, “ujar Asmuni yang diamini kaum muslimin.
Distributor yang telah berada di setiap nagari itu, banyak yang belum melengkapi administrasi, seperti SIUP, NPWP, surat menyurat lainnya. Bagi distributor yang belum melengkapi administrasi tentu kepadanya tidak diberikan pupuk bersubsidi. “Namun masyarakat jangan kecewa, pemerintah daerah terus berupaya mensejahterakan masyarakat, apalagi masalah pupuk, dan kepada distributor harus mentaati peraturan dan aturan yang berlaku, bagi distributor yang nakal, kami segera menindal lanjuti, “ujar Kacabdin Dinas Pertanian Nizar. (nur)
|