|
Pendidikan Televisi Anak-Anak, Orangtua Menjadi Shelter Utama |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 14 September 2008 |
|
PADANG, METRO-- Ketua Komisi X DPR RI Prof Dr Irwan Prayitno MSC
menyebutkan dari sekian banyak kemajuan teknologi salah satu
diantaranya adalah pesawat televisi. Televisi dengan berbagai program
acara siarannya selama ini dengan berbagai jenis tayangan informasi dan
hiburannya memang selalu menawarkan suatu kenikmatan tersendiri bagi
para pemirsanya.
Namun, dewasa ini manfaat dan kegunaan televisi sampai saat ini, jauh lebih kecil dibanding dengan kemudaratan atau kerugian yang akan ditimbulkannya. “Kita mengetahui banyak tayangan televisi ada manfaat dan mudharat atau kerugiannya. Kenyataannya saat ini banyak kita menemukan televisi yang tidak mengikuti aturan dalam Undang–Undang tersebut,” kata Irwan dihadapan jamaah Masjid Darul Hujjaj Komplek Asrama Haji Tabing, Jumat (12/9).
Irwan yang hadir dalam rangka safari ramadhan di beberapa daerah di Indonesia ini menyebutkan, pengaruh tayangan yang merugikan atau negatif dicerna oleh anak-anak yang pada gilirannya akan mewarnai pola pikir mereka. Apabila pola pikir anak-anak sudah terkontaminasi oleh pikiran yang tidak sehat, maka akan terbawa pada usia remaja.
“Bagaimana jadinya negara kita yang akan datang kalau kita terus–menerus membebaskan tayangan televisi tanpa batas. Sekarang pemerintah sedang membahas tentang penanyangan televisi,” kata Irwan. Namun, Irwan menyebutkan yang terpenting adalah shelter dari orangtua. Dimana peranan orangtua jauh lebih penting, seperti mematikan televisi pada saat jam belajar anak sekolah dinilai lebih bijaksana. “Orangtua lebih utama tugasnya membimbing anak di rumah. Tayangan yang mana boleh ditonton atau tidak.”
Dijelaskannya, keluhan akan buruknya dampak tayangan media, belakangan ini makin marak dibicarakan. Media, terutama televisi, menjadi tertuduh utama ketika tindak kekerasan, kejahatan seksual maupun gaya hidup konsumtif semakin menunjukkan skala statistik yang tinggi. “Yang lebih menyedihkan sekarang, penayangan acara di televisi banyak diwaktu-waktu umat muslim beribadah shalat. Kalau orangtua tak lengah, anak-anak bisa saja tidak shalat,” tegasnya.
Seperti penayangan sinetron atau acara musik pukul 18.00 WIB —merupakan waktu umat muslim melaksanakan ibadah shalat Magrib. “Ada baiknya dari pukul 18.00-20.00 WIB televisi di rumah dimatikan”.“Ada salah satu daerah yang bupati/walikotanya membuat peraturan tentang tidak boleh menghidupkan televisi antara pukul 18.00-20.00 WIB. Dan bisa saja Walikota dan Wakil Walikota Padang yang terpilih nanti menerapkan peraturan ini,” tandasnya. (reni)
|
|
|
|
|
|
05.12.2008
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…
04.12.2008 | Metro Padang
PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…
|
|