|
PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan stok BBM dan non-BBM
secara nasional aman menjelang hari raya Idul Fitri 1429 Hijriah yang
jatuh dua pekan mendatang. Khusus menghadapi arus mudik, Pertamina akan
menjadikan beberapa stasiun pompa sebagai SPBU Kantong untuk
mengantisipasi lonjakan pemakaian BBM dan non-BBM di seluruh wilayah
Indonesia.
Stok BBM nasional per 18 September 2008 berada di level aman, yakni selama 22,1 hari ke depan untuk seluruh jenis BBM, kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal sepertid ikutip dari inilah.com. Untuk stok premium dipastikan mencukupi untuk 18,1 hari ke depan dengan volume stok 1.030.234 kiloliter (KL), sementara stok solar aman untuk 24,7 hari ke depan dengan volume stok 1.963.094 KL. Sedangkan untuk stok elpiji dapat mencukupi untuk kebutuhan 17,69 hari ke depan.
Beberapa upaya antisipasi yang dilakukan Pertamina guna menghadapi lonjakan pra dan pasca lebaran, kata faisal, akan ada pembentukan satgas BBM di seluruh wilayah dan kantor pusat Pertamina. Selain membentuk satgas, Pertamina akan membuat posko Pertamina yang akan disiagakan mulai H-10 (21/9) sampai dengan H+10 (12/10) di sejumlah titik SPBU sepanjang jalur mudik, termasuk mengoperasikan Depot operasi sela ma 24 jam mulai H-10 sampai H+10, ujarnya. Rencananya, pelaksanaan operasi Pertamina akan melakukan sejumlah langkah, seperti persiapan stok BBM, menyiagakan SPBU/SPBE/SPPBE beroperasi 24 jam khususnya di jalur mudik dan balik mulai H-10 sampai H+10 sepanjang jalur Pantura, Jalur Selatan, arah Merak dan Lampung.
Pertamina juga akan melakukan pengaturan pembedaan jalur pelayanan antara motor dan mobil. Sedangkan untuk menjaga keamanan stok BBM (Stock build Up), katanya, dilakukan melalui optimasi kilang dan impor. Persiapan yang dilakukan SPBU di jalur mudik lebaran, menurut Faisal, adalah menyiapkan SPBU setempat untuk kantong-kantong BBM. Selain itu, kesiapan armada mobil tangki dengan penambahan jumlah armada dan SPBU di jalur mudik dan jalur alternatif. Ditambah lagi dengan pemenuhan stok LPG untuk kebutuhan.
Impor Pemium
PT Pertamina (Persero) akan menambah impor bahan bakar premium sebesar 1,5 juta barel, dari impor sebelumnya 2,3 juta barel. “Kita biasanya impor rata-rata premiun sebulan antara 2,3 juta barel, sekarang ditambah menjadi 1,5 juta barel dalam rangka memenuhi kebutuhan,” tambah Faisal. (*/nto)
|