|
PADANG, METRO-- Mandala menunjukkan apresiasinya kepada para
pelanggan dengan kembali menurunkan fuel surcharge sejak 19 September
seiring penurunan harga minyak dunia. Merupakan suatu kenyataan bahwa
sejak April hingga Juli 2008, Mandala tidak menaikkan fuel surcharge
sementara maskapai lain justru menaikkannya. Kini, Mandala kembali
menurunkan fuel surcharge yang saat ini diberlakukan.
Warwick Brady, Chief Executive Officer Mandala hari ini mengatakan, penurunan fuel surcharge yang dilakukan Mandala Airlines merupakan respons atas penurunan harga minyak dunia. Sejauh ini, fuel surcharge yang diberlakukan Mandala adalah yang paling rendah di industri penerbangan dan hal ini akan mendukung langkah Mandala untuk senantiasa menyediakan tarif yang terjangkau dengan pelayanan yang andal bagi pelanggan di Indonesia.
Pengurangan fuel surcharge ini juga memberi jaminan kepada penumpang yang melakukan booking pada saat ini untuk bisa menikmati perjalanan udara bersama Mandala pada Lebaran mendatang dengan harga fuel surcharge lebih rendah. “Lebih jauh lagi, hal ini memberi peluang kepada para pelanggan kami untuk mencoba terbang dengan “Mandala Baru”, tentunya dengan harga yang terjangkau dan menggunakan pesawat modern Airbus yang menawarkan penerbangan tepat waktu,” tegas Warwick Brady.
“Guna mendukung perluasan jaringan layanan penerbangan Mandala, pekan ini kami telah menerima tambahan 2 Airbus baru yang memperkuat brand Mandala identik sebagai maskapai dengan standar internasional yang memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya. Dengan tambahan dua pesawat baru jenis Airbus A319 ini kami bisa memberikan layanan untuk sejumlah rute baru dari Jakarta ke Jambi, Pontianak, Bengkulu dan Pangkalpinang sejak 21 September 2008,” tutur Warwick. Mandala adalah maskapai nasional berumur 39 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International di tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan di dunia ketiga, setelah China dan India.
Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau. Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat airbus baru senilai 1,8 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional di bawah pimpinan man tan pejabat senior Ryanair, Warwick Brady. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua pesawat jenis B737-200 dan menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.
Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 20 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320, A319 dan armada modern Boeing 737-400 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau. Prioritas utama Mandala adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Untuk mencapai itu, Mandala telah menjalani audit guna mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Selain itu, Mandala juga telah menjalani audit dari Airbus, Boeing dan sejumlah perusahaan di bidang perminyakan yang telah memberikan persetujuan untuk terbang bersama Mandala. (rel/bim)
|