|
PAYOKUMBUAH, METRO-- Pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan
utama dalam kota Payokumbuah, dinilai warga kota kurang pengawasan oleh
SKPD terkait. Pasalnya, material buat pembangunan itu diletakkan
serampangan, sehingga memenuhi separo badan jalan. Kondisi itu, jika
tidak ditertibkan, dikhawatirkan warga bakal mengancam keselamatan
pemakai jalan.
Wakil Walikota Payokumbuah H. Syamsul Bahri Dt. Bandaro Putiah, ketika dimintai konfirmasinya, Minggu (21/9), membenarkan, ia juga telah banyak menerima SMS, seputar pengaduan masyarakat, soal material yang berserakan di badan jalan. Untuk itu, ia telah perintahkan pihak Kimpraswil untuk menertibkan masalah tersebut, dengan rekanan pelaksana proyek tersebut.
Menurut wawako, ia sudah memeritahkan pihak Kimpraswil, untuk menertibkan semua material yang berserakan di badan jalan. Menjelang lebaran mendatang, semua rekanan yang mengerjakan proyek harus memperhatikan penyelamatan para pemakai jalan. Wajah kota tidak boleh tercemar dengan material yang berserakan di sepanjang badan jalan, tegasnya.
Ahmad Junaidi, (44) warga Kelurahan Pakan Sinayan, kepada POSMETRO, Minggu (21/9) mengatakan, kebanggaan terhadap pemerintah kota, yang secara bertahap membangun drainase di sisi selatan ruas Jalan Sukarno-Hatta. Pembangunan drainase, diyakini bakal berdampak terhadap keindahan kota. Apalagi, nantinya permukaan drainase bakal ditutup, sehingga akan berfungsi sebagai trotoar buat pejalan kaki.
Hanya saja, ucap Junaidi, rekanan pelaksana kegiatan ini, tidak mengindahkan keselamatan para pemakai jalan. Material seperti batu dan pasir, ditarok tanpa memperhitungkan ancaman kendaraan yang lalu lalang di ruas jalan tersebut. Sarannya, kalaupun akan menarok material, janganlah sampai memenuhi badan jalan. Seyogianya, diletakkan di bahu jalan, di samping memakai rambu di seputar lokasi proyek. “Jangan sampai terjadi dulu kecelakaan, apalagi merenggut nyawa orang, baru ditertibkan,” tegas Junaidi. (nur)
|