BENTROK—Senin (22/9) ratusan mahasiswa UNP Padang kembali terlibat bentrok, rusuh kedua kali ini merupakan buntut dari tawuran yang terjadi, Sabtu (20/9).
PADANG, METRO-- Pasca bentrok mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Sabtu kemarin, kedua kubu kembali terlibat kerusuhan, Senin (22/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Bentrok kedua kali ini merupakan bentuk dari serangan FIK ke gedung FT, yang mengakibatkan kaca-kaca tiga unit gedung milik FT berpecahan.
Hingga kemarin, setelah bentrok kedua kali ini suasana di gedung FT terlihat sepi, hanya terlihat pecahan kaca berserakan di lantai. Sedangkan, suasana di dalam GOR FIK dan sekitarnya, terlihat ratusan massa masih berjaga-jaga dengan pentungan di tangan. Sedangkan, aparat puluahan aparat yang terdiri dari Satpam UNP dan Dalmas Poltabes Padang juga berjaga-jaga di antara kedua gedung yang saling bertikai tersebut. “Tawuran ini merupakan, serangan balasan mahasiswa FIK terhadap penyerangan yang dilakukan mahasiswa FT, Sabtu (20/9) kemarin,” ungkap Waka Satpam UNP Harmaidi yang didampingi Komandan Satpam UNP kepada POSMETRO di kantornya, Senin (22/9).
Harmaidi mengatakan, awalnya kedua kubu yang bersiteru sempat mundur. Namun, selang beberapa menit setelah itu tiba-tiba batu melayang dari kelompok FT ke arah gerombolan FIK. Maka terjadilah penyerbuan oleh mahasiswa FIK yang berjumlah lebih kurang 2 ribu orang. Sementara FIK yang berjumlah 3 ratusan ketika itu juga melakukan penyerang. Ratusan batu dang pentungan melayang di antara dua kubu. Tiga unit gedung, masing-masing Serbaguna, Gedung IKK baru dan IKK lama jadi sasaran empuk mahasiswa FIK.
Aparat keamanan pun kewalahan dengan jumlah masa yang tidak terbendung. Namun hal tersebut tidak sampai disitu saja, Pembatu Dekan (PD) III FT ikut diamankan aparat karena tertangkap tangan melakukan penyerangan kearah FIK. Ia sangat menyayangkan insident yang terjadi di bulan Ramdhan ini. Mulai hari selasa mahasiswa. Akibatnya seluruh mahasiswa UNP diliburkan hingga PBM dimulai 6 Oktober mendatang.
“Insident tersebut, telah mencoreng institusi pendidikan, apa lagi pelaku juga dari kalangan dosen,” tambah Komadan Satpam UNP Zulkarnaini Turki. Hasil pantauan POSMETRO beberapa jam setelah kejadian, di TKP terlihat parat keamanan melakukan patroli sekeliling kampus. Fakultas Teknik terlihat lengang, mahasiwa FT yang terlibat tawuran tersebut, satu per satu meninggalkan kampusnya. Terlihat tiga unit gedung milik FT terlihat berantakan, pecahan kaca, batu-batu sebesar tinju dan pentungan terlihat berserakan di sekitar gedung tersebut.
Semetara ratusan mahasiswa FIK terlihat masih berjaga-jaga dan berkumpul di GOR fakultasnya. Terlihat juga diantara mahasiswa dengan sejumlah pentungan di tangannya. Untuk sekedar antisipasi kalau-kalau FT datang menyerang, seperti kecolongan FIK Sabtu lalu. Mereka juga rela berbuka dadakan di GOR tersebut untuk mempertahankan fakultas mereka. “Penyelesain kita serahkan ketingkat fakultas, kita hanya berjaga-jaga saja,” ungkap ketua BEM FIK Ridho Bakra yang tengah berada di antara gerumunan rekan-rekannya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aparat masih lalu lalang lengkap dengan pentungan ditangan diantara kedua fakultas yang bersengketa. Tingkat dari seluruh lini dikampus calon pendidik tersebut, keamanan yang diperketan oleh satuan keamanan UNP yang terbagi dalam 5 tim yang berjum 49 orang secara keseluruhan dengan 2 Pleton satuan Poltabes. “ kita akan tingkat penjagaan lebih ketat dan Juga kemungkinan terjadinya serangan lanjutan. Kita berharap permasalahan ini tidak dibiarkan berlarut-larut oleh pihak kampus,” kata Zulkanain Turki mengakhiri. (z)
|