Saat ini ada 1 tamu online
Payokumbuah Gelar Malam Seribu Takbir pdf  | cetak |
Rabu, 24 September 2008
PUSAT kota, adalah sebuah tempat, ruang, daerah yang teramat gampang untuk dimasuki oleh apa saja. Dalam kecamuk modernisasi dan globalisasi pusat kota sangat rentan diterobos oleh kekuatan luar. Sebutlah itu budaya. Atau mungkin saja virus-virus terhadap laku dan sikap yang sesungguhnya tidak berkesesuian dengan sebuah daerah tertentu.
Tapi sayangnya, sesuatu yang tidak berkesesuian itu malah cenderung mendapat tempat di sebagian masyarakat. Akhirnya terjadilah sesuatu yang tidak ideal, yang tidak semestinya, bahkan terasa amat timpang, atau malah norak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, walau kita tahu, bahwa semua itu bukanlah hal yang mudah, penjagaan atau membangkitkan dan menyemarakkan kembali budaya sendiri yang telah ada, adalah sesuatu yang mungkin mampu dijadikan sebagai bagian kecil dari jalan keluar. Stidaknya, upaya untuk bertahan pada akar yang ada agar tidak ikut-ikutan lebur oleh masuknya budaya-budaya baru bernama kekinian yang bukan milik kita.

Dari dasar pemikiran demikian, pemerintah daerah kota Payokumbuah melalui kantor Pariwisata Seni dan Budaya bekerjasama dengan masyarakat kesenian kota Payokumbuah menggelar pertujukan Seni Religi dengan tajuk “Malam Seribu Takbir”.

“Malam Seribu Takbir” adalah sebuah pertunjukan kolaborasi dari berbagai elemen kesenian yang bernuansa islami seperti musik, takbiran, shalawat, qasidah berzanzi, puisi, teater, tari dan lain-lain yang dibentuk secara kolosal (melibatkan lebih kurang 70 orang pemain.Red).

“Ketua pelaksana Endi Jacoeb, kepada POSMETRO, Senin (22/9) di Payokumbuah, mengatakan, pertunjukan yang bakal menghebohkan warga kota Payokumbuah pada malam takbiran itu bakal melibat seniman-seniman yang telah eksis di kota Payokumbuah seperti Ijot Goblin, Youngki Wahid, R.Della Nasution, Iyut Fitra dan banyak lagi, “ujarnya.

Kemudian ditempat terpisah, Kakan Pariwisata Seni dan Budaya kota Payokumbuah, Yoherman, SH, S.Sos kepada POSMETRO, menyebutkan, kegiatan ini adalah salah satu upaya untukl membendung arus luar yang mencemaskan. Sebelkum buadaya, sebelum agama dikalahkan oleh berbagai hal yang sebenarnya bukan milik kita, kita harus memperkokoh diri untuk menghadangnya.

Apa yang terbayang oleh kita, ketika arakan panjang mobil-mobil yang bermuatan orang-orang yang menyerukan takbiran meninggalkan pusat kota, apa yang tersisa setelah itu? Barangkali hanya pusat kota yang hening. Atau suara lagi dangdut dari VCD player pedagang kaki lima.

“Atau guncang gitar dan kulele pengamen-pengeman anak punk. Atau suara-suara lain yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan malam takbiran. Sementara kita tahu, pusat kota sangat butuh siraman kesejukan, siraman rohani. Semoga acara “Malam Seribu Takbir” yang digelar seniman kota Payokumbuah menjadi seribu arti bagi masyarakat luas,”ujar Yoherman. (*)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

DPRD Ragukan PE 6,0 Persen

05.12.2008

PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tak Bayar, Listrik PA Terancam Diputus

04.12.2008 | Metro Padang

PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…



advert-4.jpg

indosat.gif