|
JAKARTA, METRO-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan ibu negara mungkin akan kesepian. Cucu pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono (Aira), tidak lagi tinggal di Istana Negara. Kapten Inf. Agus Harimurti, ayah Aira, telah memboyongnya ke Karawang, tempatnya bertugas.
Aira yang sejak umur 5 hari tinggal di Istana Negara ternyata telah
diboyong Agus ke Karawang sejak 10 September lalu, atau sehari setelah
SBY memeringati ulang tahun ke-59. ’’Rencana awalnya memang setelah
selapan (35 hari, Red), kami akan memboyong Aira ke Karawang,’’ kata
Agus Harimurti saat sambutan upacara selapan dan aqiqah anaknya di
Istana Negara.
Menurut Agus alasan mempercepat memboyong Aira ke Karawang karena
dirinya kesepian sendirian di Karawang. Agus bertugas di Linud 305
Brigade Infanteri 17 Kostrad yang bermarkas di Karawang. Sama seperti
prajurit lainnya, Agus harus tinggal di mess prajurit TNI. ’’Saya tiap
malam, sahur sendiri, buka puasa sendiri, bergadang sendiri, sepi
rasanya. Makanya saya minta izin presiden untuk membawa Aira ke
Karawang,’’ kata Agus.
Perkembangan Aira dalam 35 hari, kata Agus, sangat menggembirakan.
Berat badannya saat lahir 2,8 kg, kini sudah 4,5 kg. Panjang Aira saat
lahir 48 cm dan kemarin menurut Agus sudah bertambah menjadi 55 cm.
’’Kondisinya juga sehat dan lucu,’’ kata Agus bangga.
Acara selapan dan aqiqah ditandai dengan pemotongan rambut Aira.
Diawali oleh kakek dan nenek Aira. Berturut-turut SBY, Ani Yudhoyono,
Aulia Pohan, dan Muyaningsih Pohan. Setelah itu giliran nenek-nenek
buyut Almira, yakni Ny Habibah (ibunda SBY), Ny Djenar Sarwo Edhie
Wibowo (ibunda Ani Yudhoyono), dan Ny Rita Suaji (ibunda Aulia Pohan).
Setelah itu barulah giliran Agus Yudhoyono, Annisa Larasati Pohan, dan
putra bungsu SBY Edhie Baskoro. Sebelum pemotongan rambut, sempat SBY
dan hadirin membacakan surat Ar-Rahman. Selama prosesi selapan, Aira
tertidur pulas di gendongan ibunya. Bayi yang lahir tepat 17 Agustus
1945 itu sama sekali tidak rewel meski dikerubung banyak orang.
(tom/jpnn)
|