|
RSUD Kupang Terbakar, Pasien Ngungsi |
pdf
|
| cetak |
|
|
Rabu, 24 September 2008 |
|
KUPANG, METRO-- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. WZ Johannes Kupang, sekitar pukul 22.00 Wita semalam terbakar. Belum diketahui secara pasti, sebab musabab terbakarnya rumah sakit terbesar di NTT ini. Juga belum diketahui apakah ada korban jiwa. Yang pasti, pasien di rumah sakit ini harus dievakuasi keluar gedung rumah sakit.
Informasi yang berhasil dihimpun, sumber api diperkirakan berasal dari
hubungan arus pendek di gedung apotek yang terletak di sebelah Kantor
Kas Bank NTT RSU Kupang. Namun sumber lain memperkirakan, api berasal
dari ledakan tabung gas yang ada di lantai satu gedung tersebut. Sejauh
ini belum ada keterangan resmi dari pihak RSU Kupang.
Api melahap habis lantai II RSU, yang biasanya digunakan sebagai kantor
pelayanan administrasi maupun medical record (MR). Kantor Kas Bank NTT
yang berada di sebelahnya pun dilalap sang jago merah. Dua unit mobil
baracuda Polda NTT sempat meredakan ganasnya sang jago merah. Api padam
setelah bantuan mobil pemadam kebakaran tiba dua jam kemudian.
Akibat lambatnya proses pemadaman serta panasnya api, beberapa saat
kemudian terjadi ledakan tabung gas. Ledakan ini mengakibatkan
kepanikan di sekitar TKP. Bahkan Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay yang
ada di TKP diamankan secara paksa oleh Satpol PP yang mendampingi
dirinya.
Peristiwa kebakaran inipun menarik perhatian warga Kota Kupang yang
berbondong-bondong hendak menyelamatkan sanak saudaranya yang sedang
sakit ataupun hanya sekadar melihat peristiwa yang menghebohkan
tersebut.
Pelaksanaan evakuasi pasien berlangsung tegang. Sebelum dipindahkan ke
RS Bayangkara dan RS TNI AD Wira Sakti Kupang, pasien RSU ditampung
sementara di rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar RSU Kupang.
Selain rumah-rumah penduduk, sebagian pasien juga dibawa ke Gedung SMPN
I Kupang yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari RSU Kupang.
Dengan infus yang masih melekat di tangan, ada pasien yang duduk di pinggir jalan Mohammad Hatta sembari meratap nasibnya yang tak menentu. Bahkan, salah satu pasien dengan dua
buah tabung oksigen (O2) lengkap bersama tempat tidur harus
menyelamatkan diri di halaman SMPN I Kupang.
Walaupun demikian, para perawat RSU Kupang terus menjaga dan
memperhatikan dengan seksama pasiennya. "Kondisinya darurat jadi kami
tegang sehingga kami terus perhatikan pasien-pasien yang bisa kami
lihat," jelas salah satu perawat yang terus mendampingi pasiennya.
(jpnn)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|