|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Bertolaknya salah seorang guru SD 09
Maek yakni Yunaidi Ferizal, A.Md ke Jakarta memenuhi undangan Presiden
RI Susilo Bambang Yudhoyono adalah merupakan rahmad yang patut
dibanggakan bagi warga kabupaten Limopuluah Koto, sebab untuk menembus
Istana Presiden itu adalah orang-orang yang berprestasi tinggi.
Hal tersebut dikatakan Drs. Zulkarnaini.D. yang merupakan salah seorang putra daerah kenagarian Maek, kecamatan Bukit Barisan, kabupaten Limopuluah Koto, saat ini mengabdi di LPMP Padang. Kata Zulkarnaini, pihaknya sangat mengakui bahwa sebagian nagari Maek masih berada dalam kategori daerah terpencil dan ia begitu salut pada para guru yang bertugas mengajar di Maek terutama daerah terpencil.
Sebab mantan alumni SPG Payokumbuah tahun 1988 itu tugas yang dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan nawaitu yang baik, menjadikan ia selalu menjadi harapan anak didiknya, kendati menurut sementara orang bahwa di Nagari Maek tempat ia bertugas ini adalah daerah terpencil dan jauh dari kebisingan kota, namun ia merasakan toh disini ada kedamaian, hal itulah yang menjadikan dia betah dan damai bertugas di SD tersebut.
Selain sangat jauh jaraknya dari ibu kota Kabupaten Limopuluah Koto dengan transpormasi yang begitu belum lancar, pada hal nagari Maek itu juga terkenal dengan nagari yang sangat bersejarah, karena dimaek itu kita mengenal dengan Menhir dengan jumlah yang banyak, justru demikian banyak menhir dimaek ini, lazim negeri ini disebut dengan julukan Negeri sejuta menhir.
Namun, justru satu-satu negeri di Ranah Minangkabau ini yang punya banyak menhir adalah di Maek , dan bagi Yunaidi , dengan ribuan menhir itu termasuk salah satu daya tarik dan menyebabkan ia betah bertugas di maek. Kendati kampung kelahirannya bukan di Maek, ia adalah putra Koto Tangah Suliki, namun ia merasa damai bertugas di Maek tersebut.
Barangkali ada kaitan dengan sejarah masa lalu inilah yang menjadi bahan pertimbangan dari pengambil kebijakan untuk menunjuk Yunaidi mewakili guru terpencil untuk diundang ke istana Negara tahun 2008 ini, dan berkat doa dari kedua orang anaknya serta istri tercinta Yetti Rosita, yang menjadi melengkapi dukungan bagi Yunaidi datang jauh-jauh ke Jakarta, dan doa inilah yang membawa dia berpeluang, ujar Zul. (nur)
|