|
Demi KeNyamanan, Polisi Bongkar “Polisi Tidur” |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 27 September 2008 |
|
BANUHAMPU, METRO-- Demi memberi kenyamanan pada pengendara dalam
melakukan perjalanan pada arus mudik lebaran ini, Jumat (26/9) Polresta
Bukiktinggi bekerjasama dengan Pemda Agam dan dibantu beberapa pihak
terkait membongkar polisi tidur (tanggul) di jalan alternatif. Pada
pembongkaran pertama dilakukan di daerah Taluak Kecamatan Banuhampu.
Kebijakan tersebut diambil oleh jajaran Polresta Bukiktinggi setelah adanya koordinasi dengan Pemda Agam sebagai jalan yang akan digunakan untuk jalur alternatif dari sebelum sampai setelah lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. Pada eksekusi polisi tidur tersebut pengerjaannya sendiri dilakuka oleh pihak Pekerjaan Umum (PU) Kota Bukiktinggi menggunakan pahat beton mesin yang langsung diawasi oleh Kapolresta Bukiktinggi AKBP Eko Parasetyo Siswanto, Kasat Lantas AKP Nasir serta jajaran Polresta Bukiktinggi dan beberapa anggota Satpol PP Kabupaten Agam, serta Forum Kemitraan Polisi Masyararakat (FKPM) wilayah yang dilakukan pembongkaran.
“Keberadaan polisi tidur ini sangat mengganggu kenyamanan pengendara, dimana bentuknya sangat tidak standar sekali, karena untuk standarnya maksimal tinggi polisi tidur ini adalah 15 CM dibagian tengah dengan bentuk dibuat se landai mungkin. Pembongkaran ini kita pastikan dalam dua hari ini sudah selesai semua di jalur alternatif lebaran yang akan digunakan,”terang Kapolresta ketika ditemui POSMETRO di sela-sela pembongkaran. Adapun daerah yang masuk jalan alternatif untuk lebaran ini adalah daerah Sungai Puar yang masuk dari Koto Baru Kabupeten Tanah Datar dan keluarnya di simpang Tanjuang Alam Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam.
Selanjutnya jalan alternatif yaitu dari daerah Taluak melalui Kuban Putiah Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam dan bisa keluar di simpang Tanjuang Alam atau simpang Koto Baru. Pada kesempatan pembongkaran tersebut, Kapolresta Bukiktinggi juga memanfaatkan moment tersebut membagikan brosur sosialisasi pemakaian helm standar pada pengendara sepeda motor yang menunggu pembongkaran polisi tidur selesai. Selanjutnya pemberian brosur tersebut di ikuti oleh FKPM masing-masing daerah.
Ketika pembongkaran di daerah Kubang Putiah, Kasat Lantas AKP Nasir dibuat geram ulah angdes yang antri menunggu selesai pembongkaran plisi tidur dengan seenaknya memakai jalan bagian kanan, sehingga kemacetan yang panjang tidak bisa dihindari. ”Kalau begini, kenyataannya masih ada sopir angkuta umum yang memakai jalan orang lain berarti tidak memberikan contoh yang baik pada pengendara lainnya, pada hal sopir angkutan umum ini adalah sebagai contoh dari pengemudi mobil pribadi,”ujarnya dengan nada geram.(wan)
|
|
|
03.09.2008 | Metro Humaniora
Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…
|
|
04.12.2008 | Metro Gaya
TAK peduli larutnya malam hingga dini hari, setiap akhir pekan, beberapa pemuda lebih memilih nongkrong di depan televisi,…
|
|
|
|
05.12.2008
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…
04.12.2008 | Metro Padang
PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…
|
|