|
TRBS Harus Berfungsi Kembali |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 27 September 2008 |
|
Meningkatnya jumlah penumpang yang menggunakan angkutan bus selama
lebaran, diharapkan Terminal Regional Bareh Solok (TRBS) kembali
berfungsi normal. Kondisi terminal yang sudah terlihat bersih dengan
implasemen yang mulus karena sudah selesai direhab dengan anggaran
mencapai Rp 1 miliar lebih, menurut banyak pihak memang sudah kembali
berfungsi sebagaimana fungsi dan peruntukannya.
Belakangan ini dengan murahnya harga tiket pesawat, jumlah penumpang dengan menggunakan angkutan darat memang merosot tajam. Karena banyaknya armada bus yang terpaksa dikandangkan pemiliknya lantaran sepi penumpang, terminal bus praktis terlihat sepi. Kondisi demikian juga berdampak pada terminal TRBS yang ada di Kota Solok, sehingga terminal tersebut sepi dari penumpang.
Namun dengan terjadinya peningkatan jumlah pengguna angkutan bus sebagai sarana mudik lebaran, seharusnya juga akan berpengaruh kepada terminal TRBS. Selama ini kesadaran awak angkutan umum yang beroperasi dikota beras ini yang terlihat masih enggan memarkir kendaraannya untuk menaikan dan menurunkan penumpang dalam terminal yang seharusnya menjadi kebanggaan warga kota ini, merupakan faktor utama memaksimalkan fungsi terminal tersebut.
Dan diharapkan dengan meningkatnya jumlah penumpang selama arus mudik dan arus balik yang menggunakan jasa angkutan bus, kebiasaan penumpang dan awak angkutan umum untuk memaksimalkan fungsi terminal tersebut dapat kembali tumbuh. Terminal yang letaknya sangat trategis dijalan lintas sumtra Baypass, Kota Solok bertahun-tahun lalu memang sempat mati suri, karena enggannya awak angkutan umum masuk ke TRBS.
Alasannya waktu itu memang kondisi TRBS yang sangat rusak dengan implasemennnya banyak lobang-lobang yang mengaga sehingga kendaraan yang akan masuk dikhawatirkan oleh awaknya akan rusak. Tanpa disadari awak angkutan umum waktu itu justru mencari dan menaikan serta menurunkan penumpang diluar terminal. Akibatnya penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum ini lama kelamaan juga terbiasa menunggu kendaraan umum di luar terminal.
Munculnya terminal bayangan dibeberapa titik dilahan Fasum dikota beras ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kondisi TRBS kala itu. Sepertinya Pemko Solok dapat memahami kondisi terminal yang rusak sehingga bermunculan terminal bayangan yang ternyata juga berdampak pada ketertiban kota. Kesan kesemberautan didunia transportasi kota bak baju keseharian yang seakan sulit dilepaskan dari kota lintas ini. Pemko Solok-pun tidak dapat berbuat banyak menertibkan terminal bayangan, kecuali memperbaiki implasemen TRBS yang sudah hancur.
Miiyaran Rupiah dana masyarakat melalui APBD dikucurkan untuk merehap TRBS agar terminal kebanggaan warga kota itu kembali berfungsi optimal dan memberikan nilai tambah terhadap PAD Kota Solok. Kini semua terwujud. TRBS sudah dipoles kembali sehingga terlihat cantik dan pelatarannya yang mulus. Namun hingga kini sepertinya kecantikan TRBS ini belum mampu menarik awak angkutan umum dengan pesonanya untuk masuk kedalam terminal yang tergolong besar di Sumatra Barat.
Perlukah “pemaksaan” agar TRBS ini berfungsi optimal sebagai mana yang diharapkan?. Namun yang pasti munculnya terminal bayangan atau enggannya awak angkutan umum untuk menunggu penumpang dalam TRBS ini bukan semata-mata kondisi terminal yang rusak waktu itu. Perlukah kebijakan tegas meski akan mendapat penolakan bagi awak angkutan umum yang merasa akan menambah biaya operasional nya bila harus masuk ke TRBS?. Sebuah resiko demi ketertiban kota sepertinya harus diambil oleh Pemko Solok melalui jajaran Dinas Perhubungannya.
Tidak masuknya kendaraan umum ke dalam TRBS memang dapat merugikan investasi yang ada diareal terminal tersebut. Toko-toko dalam terminal banyak yang tidak dimanfaatkan oleh penyewanya. Itu terjadi karena penumpang dapat dikatakan tidak terlihat menungggu angkutan dalam TRBS sebagaimana mestinya. Petugas hanya terlihat memungut retribusi bagi kendaraan yang hanya seakan numpang lewat kedalam terminal tanpa berhenti menurunkan atau menaikan penumpang disana. (***)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|