|
AUA KUNIANG, METRO-- Memasuki H - 4 lebaran, tepatnya Sabtu
(27/) keramaian di Kota Bukiktinggi sudah mulai tampak. Hal itu
dibuktikan di sekitar terminal Aua Kuniang, jumlah kendaraan yang
melewati ataupun masuk terminal jauh meningkat dari hari pasar biasanya.
Berdasarkan pantauan POSMETRO di lapangan sepanjang Sabtu (27/9) keramaian di sekitar terminal Aua Kuniang sudah mulai kelihatan dari pukul 10.00 WIB yang sudah mulai dilewati oleh kendaraan dengan nomor polisi (nopol) dari luar Sumatera Barat, seperti Riau, Sumatera Utara, Jambi, Palembang dan beberapa nopol dari pulau jawa.
Dengan kenyataan itu sudah pasti kemacetan yang luar biasa tidak akan bisa dihindari, seperti kelihatan kemacetan dari dalam terminal sampai ke depan simpang terminal tepatnya di depan Simpang Raya. Hal itu disebabkan masih banyaknya beberapa kendaraan pribadi yang nekat masuk terminal.
Petugas Satlantas Polresta Bukiktinggi yang dikerahkan ke tempat itu, tidak begitu bisa berbuat banyak, karena memang dari dalam terminal, kendaraan tidak bisa bergerak sedikitpun, yang diperparah dengan semakin menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) musiman di beberapa tempat dalam terminal. Namun upaya yang hanya bisa dilakukan membuta kelancaran sepanjang jalan Diponegoro sampai simpang By Pass yaitu jalan keluar terminal.
Kepala Kantor LLAJ Bukiktinggi Drs Ibentaro Samudra melalui Kanit terminal M Nur yang ditemi di terminal Sabtu (27/9) mengakui kalau menjelang lebaran tepatnya memasuki H - 4 penambahan kendaraan yang melewati terminal mengalami kenaikan mencapai 6 persen dibanding tahun lalu yang masih didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Selain itu, jumlah penumpang mengalami kenaikan drastis dibanding tahun lalu.
“Berdasarkan pengakuan dari beberapa penumpang, kalau mereka lebih memilih naik Bis dari luar Sumatera Barat seperti dari Jakarta, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana mereka lebih memilih naik pesawat, namun sekarang karena memang jumlah pesawat yang masuk ke Sumbar sudah dukurangi dan ongkos yang mahal, jadi mereka lebih memilih naik bis yang biasanya sepi, sekarang mulai bergairah lagi.
Tapi saya yakin puncak kemacetan seperti tahun sebelumnya yaitu pada H - 2 atau H - 1 dan sebaiknya pengendara kalau memang tidak ada keperluan ke Bukiktinggi, sebaiknya menempuh jalan alternatif yang sudah dipersiapkan,”tandasnya menghimbau. (wan).
|