|
SOLOK, METRO-- Kabupaten Solok segera memfokuskan pengembangan
daerah berbasis ekonomi kerakyatan. Hal itu merupakan salah satu elemen
dari tiga pilar pembangunan Kabupaten Solok, di samping pendidikan dan
kesehatan. Untuk itu Pemkab Solok saat ini tengah memaksimalkan
sejumlah potensi yang ada di daerah tersebut.
Bupati Solok, Gusmal mengimbau agar masyarakat agar lebih kreatif dan efisien dalam menghadapi kerasnya tantangan usaha yang akan dihadapi di masa mendatang. Menurutnya, sejumlah usaha ekonomi produktif akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya kalau dikelola dengan efektif.
Ia juga mengungkapkan Pemkab hanya memfasilitasi dan mendorong berdasarkan pada inisiatif yang muncul di masyarakat. Hal itu diungkapkan saat meresmikan dan meninjau berbagai jenis usaha produktif di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjuang Siriah, kemarin. Gusmal mengungkapkan fasilitasi dari Pemkab tersebut berwujud pemberian pinjaman sebagai dana pancingan, pengadan sarana prasarana produksi, peningkatan kualitas SDM dengan pelatihan.
Fasilitasi ini menurutnya tentu tidak akan pernah berjalan kalau kemauan dari masyarakat sendiri yang kurang. ”Tidak akan mungkin dana, sarana dan ilmu yang dimiliki masyarakat tersebut akan langsung menjadi hasil kalau tidak diusahakan. Justru kita berharap fasilitasi yang kita berika selama ini dikembangkan oleh masyarakat sekreatif mungkin.
Dengan cara itu, seluruh ilmu yang dimiliki masyarkat akan berkembang yang berujung pada pengembangan jenis usaha lainnya,” ujarnya. Lebih lanjut Gusmal mengimbau agar masyarakat terus mengembangkan hasil produknya untuk dapat bersaing dengan produk yang dihasilkan daerah luar. Dengan ketekunan dan kreativitas yang dimiliki, satu produk dapat dikembangkan menjadi lebih fungsional dan berbagai aspek.
”Dengan kemampuan yang dimiliki bukan sesuatu yang mustahil masyarakat akan menghasilkan produk atau temuan baru. Hal ini tentu saja akan lahir kalau masyarakat dapat berfikir dan bertindak kreatif. Pemkab akan segera merespon dan mendukung penuh setiap kegiatan dan temuan baru tersebut,” lanjutnya.
Kembangkan OVOP
Pemkab Solok akan kembali memaksimalkan konsep One Village One Product (OVOP/Satu Desa, Satu Produk) yang diprogramkan di Kabupaten Solok. Konsep ini dimaksudkan agar setiap nagari dan kecamatan memiliki produk unggulan masing-masing.
Bupati Solok, Gusmal mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa produk unggulan yang diproduksi oleh beberapa nagari. Menurutnya, produk yang akan dikembangkan seperti keripik kentang, bawang goreng, sirup markisa, keripik pisang, goreng bilih dan produk lainnya. “One village one product akan dibangkitkan lagi. Jika setiap kecamatan memiliki produk unggulan maka akan banyak produk unggulan yang bisa diperkenalkan kepada dunia luar tentang produk khas Kabupaten Solok.
Apalagi setiap nagari mampu menghasilkan produk unggulan khas nagari, maka akan semakin banyak produk unggulan yang bisa dijual,” ujarnya. Lebih lanjut Gusmal mengungkapkan masih ada beberapa kendala dalam upaya mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah ini. Di antaranya permodalan, teknologi, kelembagaan dan pemasaran. UKM sulit berkembang jika tidak memiliki modal cukup. (rz/rpg)
|