|
Razia Jelang Lebaran Supir Travel “Gigit Jari” |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 28 September 2008 |
|
PADANG, METRO-- Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri 1429 H aparat
kepolisian meningkatkan penertiban. Kemarin, (27/9) belasan angkutan
travel menjadi sasaran dikarenakan tidak mengantongi surat perizinan.
Tindakan aparat tersebut membuat puluhan penumpang yang hendak mudik
lebaran terlantar.
Calon penumpang yang didominasi mahasiswa itu merencanakan pulang kampung menggunakan angkutan travel. Namun dikarenakan ada razia, mereka terpaksa menunda keberangkatan. “Ada delapan angkutan travel yang dirazia petugas.
Semuanya dibawa ke kantor polisi,” ungkap Afri, calon penumpang asal Pesisir Selatan. Sejumlah supir travel mengaku kaget dengan adanya razia beberapa hari terakhir. Dikatakan, pada hari sebelumnya hampir tidak ada dilakukan razia oleh petugas. Namun mendekati hari lebaran yang notabene banyak penumpang, razia kerap dilakukan sehingga supir gigit jari.
“Biasanya kita masih diberi keringanan untuk melanjutkan membawa penumpang. Sekarang mobil langsung di bawa ke kantor polisi. Untuk menjemput terpaksa pula keluar uang tebusan,” kata salah seorang supir travel di Jalan M Yamin yang enggan namanya ditulis. Menurut supir besar tebusan bervariatif. Kisaran Rp 250-350 ribu tergantung jenis kendaraan dan tahun pembuatan.
Sementara itu, sehari menjelang digelarnya razia, Kapoltabes Padang Kombes Bambang Ramelan didampingi Kasat Lantas Kompol Arif Budiman mengatakan razia akan terus dilanjutkan hingga sepekan usai lebaran. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penumpang menggunakan angkutan liar yang tidak dilengkapi surat resmi. “Supaya lebih tertib dan aman gunakan kendaraan resmi untuk penumpang,” tandasnya.
Dihadapan wartawan polisi mengatakan, penertiban tidak hanya dilakukan terhadap angkutan travel tapi juga angkutan bis atau kendaraan pribadi yang nyambi mengangkut penumpang tanpa adanya izin resmi. Bahkan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat ikut dirazia kelengkapan surat izin guna mempersempit ruang kendaraan hasil kejahatan.
Kendaraan terjaring dilakukan tilang dan diproses di pengadilan. Ditambahkan, supir travel terpaksa memarkir kendaraannya di ruas jalan raya karena dinilai lebih mudah mendapatkan penumpang. Selain itu, dikarenakan belum adanya terminal, supir mengaku tidak memiliki tempat yang pas untuk menunggu penumpang.
Umumnya supir travel menggunakan kendaraan jenis Inova, Avanza, Xenia atau Panther untuk menarik minat penumpang. Sampai hari kemarin, ongkos travel masih stabil kisaran Rp 35 ribu jurusan Padang-Kambang, Pessel dan Rp 15 ribu jurusan Padang-Bukiktinggi. Supir travel biasanya mangkal di Jalan M Yamin, Jalan Hamka, Jalan Ulak Karang dan Jalan Pemuda.(u)
|
|
|
03.09.2008 | Metro Humaniora
Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…
|
|
04.12.2008 | Metro Gaya
TAK peduli larutnya malam hingga dini hari, setiap akhir pekan, beberapa pemuda lebih memilih nongkrong di depan televisi,…
|
|
|
|
05.12.2008
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…
04.12.2008 | Metro Padang
PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…
|
|