|
Buaian Kaliang |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 06 Oktober 2008 |
|
Permainan satu ini barangkali sudah sangat kita kenal. Namanya Buaian Kaliang. Nama kerennya komedi putar. Siapa saja yang mencoba dipastikan bakal dibuat gamang. Namun disitulah tantangannya. Meskipun terkesan tradisional, hampir semua di antara kita mencobanya. Bahkan dewasa ini, terutama di kampung-kampung, permainan ini masih laris-manis. Apalagi selama musim lebaran.
Buaian Kaliang didorong memutar menggunakan tenaga manusia. Meskipun
sudah ada yang menggunakan mesin diesel, tapi jumlahnya tidak banyak.
Selain bising, ayunan yang dihasilkan mesin diesel, juga tidak selembut
tenaga manusia.
Satu set Buaian Kaliang terdiri dari enam box pengangkut penumpang.
Satu box itu bisa memuat 4-6 penumpang dengan posisi duduk berhadapan.
Untuk menarik minat penumpang, biasanya Buaian Kaliang dicat
warna-warni. Buaian Kaliang hampir selalu ada disetiap keramaian di
kampung-kampung. Anak-anak paling getol untuk bisa menaiki Buaian
Kaliang ini. Setiap kali mencoba, biasanya penumpang dijatah sebanyak
sepuluh kali putaran. Biayanya dipatok Rp 5 ribu untuk setiap penumpang.
Nama Buaian Kaliang, konon diambil dari keberadaan orang Kaliang (Keturunan India kulit hitam) yang sering
bertugas untuk memutar benda tersebut. Terkadang Buaian Kaliang menjadi
pelengkap acara hiburan dari pertunjukan sirkus keliling, yang
kebetulan mampir disuatu daerah. Karena itu, tidak heran bila ada
anggapan, Buaian Kaliang termasuk jenis hiburan pasar malam.
Hingga saat ini Buaian Kaliang cuma bersifat musiman. Tidak adalagi
persimpangan atau lapangan permainan yang menyediakan ayunan berputar
itu saban hari. Keberadaan permainan ini mulai dikalahkan teknologi
digital semisal Nintendo dan Playstation. Buaian Kaliang terbuat dari
kayu. Dua tonggak utama yang menjadi penyangga dibuat dari kayu utuh
berukuran besar. Sementara untuk box pengangkut penumpang terbuat dari
papan. (u)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|