|
Berbagi Cerita |
pdf
|
| cetak |
|
|
Senin, 06 Oktober 2008 |
|
MILAN, METRO-- Setelah 22 tahun menekuni karir sebagai pesepakbola membuat Paolo Maldini memiliki segudang pengalaman, mulai dari lawan terberatnya hingga rencananya di masa depan. Usia karir Maldini memang sudah lebih dua dekade. Tak salah bila banyak cerita dalam perjalanan karirnya itu.
Dan ketika umurnya memasuki angka ke-40 tahun ini, bek Milan itu
memutuskan musim ini menjadi yang terakhir baginya berkiprah sebagai
pemain. Namun sebelum pensiun, ia ingin berbagi cerita tentang momen
tak terlupakan miliknya.
"Saya berpikir soal peruntungan besar yang telah saya dapatkan di kota
kelahiran saya," ungkap Maldini mengawali seperti dikutip POSMETRO
dari Goal.
"Dengan klub ini saya sudah mengangkat Tropi Liga Champions, seperti
yang telah ayah saya lakukan sebelumnya. Dan kini anak saya juga
bermain untuk Milan. Saya mengingat kembali semua hal itu dan saya
lantas berpikir kalau saya adalah orang yang sangat beruntung."
Terkait lawan yang paling diseganinya, Maldini menyebut dua nama, yaitu
Diego Armando Maradona dan Ronaldo. Dua pemain itu dinilainya paling
sulit untuk ditaklukkannya kala itu.
"Lawan terbaik yang sempat saya hadapi adalah Maradona. Dia adalah
striker yang selalu menyulitkan saya, tapi juga Ronaldo selama dua
musim pertamanya di Inter yang cukup fenomenal," curhat Maldini.
Sedangkan mengenai rencananya usai pensiun nanti, Maldini tidak menutup
kemungkinan untuk karir apapun. Malah ia tidak ingin terburu-buru
memutuskan untuk menjadi pelatih.
"Mereka yang menjadi pemain besar tak selalu menjadi pelatih yang
sukses juga. Saya sangat terbuka dengan banyak kemungkinan, kita lihat
saja bagaimana masa depan nanti," tutupnya.(*/def)
|
|
|
|
|
|
05.12.2008
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…
04.12.2008 | Metro Padang
PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…
|
|