Saat ini ada 2 tamu online
Padang-Bukittinggi Macet Total pdf  | cetak |
Senin, 06 Oktober 2008
ImageMACET-- Ruas Jalan Padang-Bukittinggi tepatnya di Silaiang Padangpanjang terlihat macet, kemarin. 

PADANG, METRO
-- Seperti tahun sebelumnya, beberapa ruas jalan di Sumbar menjadi langganan macet pada liburan lebaran. Seperti lebaran Idul Fitri 1429 H ini, kemacetan terparah terjadi di ruas  Jalan Padang -Bukittiggi, di kawasan Silaying, Koto Baru, Padang Lua. Di daerah ini kemacetan total terjadi sejak hari pertama hingga hari H + 4 (Minggu 5/10) lebaran.

Perjalanan Padang -Bukittiggi yang biasanya ditempuh dua jam, pada masa liburan ini masyarakat harus rela menghabiskan waktu lebih kurang enam jam. Lamanya perjalanan itu karena kendaraan terjebak dalam kemacetan,  yang cukup panjang dari Kayu Tanam Padangpariaman mencapai Koto Baru Tanah Datar jelang Kota Bukittinggi.

“Setiap tahun khususnya lebaran daerah ini memang sering terjadi kemacetan. Tapi tahun ini macetnya cukup luar biasa, karena mobil atau kendaran roda dua sangat sulit bergerak,” ujar Ani salah seorang Pedagang Kali Lima (PKL) di Air Mancur Lembah Anai kepada POSMETRO, Minggu (5/10).

Kemacetan bertambah dengan seringnya iring-iringan mobil pejabat atau tamu daerah yang diiring mobil patroli. Kendaran yang tidak disiplin sering mengambil kesempatan untuk mendahuli kendaran yang antri berjam-jam untuk bisa lewat dengan mengikuti kendaran patroli.

Peristiwanya terjadi di daerah Koto Baru Tanah Data, saat kendaran patroli mengawal mobil tamu daerah, mobil yang rata-rata sudah tidak sabar lagi dengan kondisi macet mengikuti mobil patroli itu. Sehingga jalur yang hanya pas untuk dua kendaran terpaksa terjadi tiga jalur, sehingga jalur tiga ini menyebabkan kemacetan.

“Mobil patroli yang mengiringi mobil pejabat juga mempegaruhi terjadinya kemacetan. Pejabat di daerah ini harus mencari alternatif lain agar persoalan ini tidak terjadi setiap lebaran. Kami pulang kampung untuk bersenang-senang tapi dengan kondisi ini kami sangat berat untuk pulang tahun berikutnya,” ujar Era perantau Minang dari Jakarta yang sudah dua tahun tak pulang kampung.

Sementara, Sabtu (4/10) menjadi puncak arus balik lebaran. Sejumlah ruas jalan di Sumbar, terjadi macet total. Kendaraan terpaksa “merangkak” menyusuri badan jalan yang dijubeli beragam jenis kendaraan.

Macet mulai terjadi memasuki Sabtu siang. Arus kendaraan bermotor di ruas jalan Kayu Tanam-Padang Panjang macet total. Terutama jalur menuju Bukittinggi. Beragam kendaraan yang umumnya bernopol dari provinsi tetangga dan juga daerah lain yang ada di Sumbar, memenuhi badan jalan. Walau macet, upaya saling salip tetap terjadi yang umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.

Pengendara yang lepas dari jebakan macet di Padangpanjang, banyak yang memilih jalur alternatif seperti di Koto Baru. Sayangnya “jalan kampung” yang tak lebar itu, juga mengalami macet, karena banyak pengendara memilih jalur yang tembus ke Baso itu.

Sementara itu dari arah Payakumbuh menuju Padang, juga tak luput dari macet. Salah seorang pengguna travel melaporkan, waktu tempuh Payakumbuh-Padang yang biasanya 3 jam, menjadi 6 jam lebih. Karena kendaraan yang ditumpanginya tidak bisa melaju terhalang macet. “Ambo dari Payokumbuah jam 9 pagi pakai travel. Baru jam 3 sampai di Padang. Sabana macet,” kata Herlina S Gaya kepada POSMETRO.

Kunjungan Meningkat

Kota Bukiktinggi sebagai kota tujuan wisata dan perlintasan selalu ramai dikunjungi masyarakat yang mudik menghabiskan masa liburannya. Ramainya kunjungan itu, mengakibatkan seluruh jalan raya menuju Bukiktinggi mengalami kemacetan paling sedikit mencapai radius satu kilometer.

Berdasarkan pengamatan langsung POSMETRO di lapangan, puncak arus mudik terjadi pada H - 2 dan H + 4 yaitu memasuki arus balik. Dalam Kota Bukiktinggi kemacetan hanya terlihat di jalan-jalan menuju pasar atas atau jam gadang sebagai salah satu tujuan wisata. Sehingga untuk mengatasi kemacetan yang lebih parah lagi, pada H + 3 tepatnya Sabtu (4/10) petugas seperti polisi dan LLAJ terpaksa menutup arus kendaraan yang akan memasuki pelataran jam gadang atau arah Pasa Ateh Bukiktinggi dan areal tersebut hanya diprioritaskan untuk pejalan kaki.

“Memang kita terpaksa melakukan hal ini, karena kalau tidak, sudah pasti akan terjadi kemacetan yang lebih parah lagi dan sangat susah untuk diatasi khsusunya di sekitar jam gadang atau pasar atas. Bagi masyarakat yang membawa kendaraan dan ingin pergi ke pasar atas atau sekitar Jam Gadang, kita persilahkan parkir di daerah sekitarnya, seperti di Jalan Yos Sudarso dan Jalan A Yani atau Kampung Cina,”terang Kapolresta Bukiktinggi AKBP Eko Parasetyo Siswanto yang ditemui POSMETRO di lapangan ketika turun langsung mengatur lalulintas.

Sepanjang Sabtu (4/10), antrian panjang juga terlihat dari arah Payakumbuh - Bukiktinggi yang mencapai dua kilometer, namun arus dari Bukiktinggi ke Payakumbuh masih terlihat lancar. Sehingga untuk mengatasi kemacetan di dalam Kota Bukiktinggi, bagi kendaraan yang menuju Padang atau tidak ada keperluan ke Bukiktinggi, di simpang Tanjung Alam petugas terpaksa melakukan sistim buka tutup untuk arus lalulintas dan mengarahkan kendaraan untuk melewati jalur alternatif yaitu daerah Sungai Puar Kabupaten Agam.

“Memang itu kita lakukan, karena kalau memang tidak ada keperluan ke Bukiktinggi, sebaiknya untuk menghindari kemacetan kita arahkan ke jalur alternatif yaitu daerah Sungai Puar dan keluar di daerah Koto Baru Kabupaten Tanah Datar,”terang Kapolresta.

Lakalantas Menurun

Kapolresta Bukiktinggi melalui Kasat Lantas AKP Nasir mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, untuk kunjungan yang menggunakan kendaraan ke Bukiktinggi dibandingkan tahun lalu melonjak drastis dan didiminasin oleh kendaraan roda dua.

“Mengenai angka pastinya belum bisa kita data, namun berdasarkan pengamatan dan laporan yang kita peroleh jumlah kunjungan ke Bukiktinggi meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu, ini menandakan Bukiktinggi masih diminati masyarakat sebagai tujuanwisata. Dan pengunjung lebih didominasi kendaraan roda dua karena dari masyarakat sekitar Sumbar, banyaknya yang mudik meggunakan kendaraan roda dua,”ulas Nasir, Sabtu (4/10) .

Tapi  angka kecelakaan lalu lintas (lakalntas) di wilayah hukum Polresta Bukiktinggi tahun ini dibanding tahun lalu jauh menurun dan bisa ditekan. Dari tanggal 26 September lalu sampai 4 Oktober jumlah lakalantas hanya terjadi sebanyak enam kasus dan hanya mengalami luka ringan sebanyak 18 orang dengan kerugian materil sebesar kurang lebih Rp 33 juta, yang terjadi lebih banyak pada siang hari yaitu sebanyak empat kasus dan dua kasus pada malam hari.

Dengan perincian lakalantas untuk sepeda motor empat unit, pejalan kaki satu orang, mobil penumpang sebanyak enam unit dan tabrak lari yang menimpa sepeda motor sebanyak satu kasus. (wan/can/max)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

DPRD Ragukan PE 6,0 Persen

05.12.2008

PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tak Bayar, Listrik PA Terancam Diputus

04.12.2008 | Metro Padang

PADANG, METRO--Kemelut antara PT Inti Griya Prima Sakti (PT IGPS), selaku operator Plasa Andalas (PA) dengan PT PLN…



advert-4.jpg

indosat.gif