Saat ini ada 5 tamu online
Kakak Beradik Tewas Disambar Petir pdf  | cetak |
Selasa, 07 Oktober 2008
PESSEL, METRO-- Sedang bekerja di ladang miliknya di Bukik Dadok, Kecamatan Lunang Silauik, Kabupaten Pesisir Selatan, dua orang kakak beradik yang terdiri dari Jafrizal (41) dan Ipal (35) tewas disambar petir,  Minggu (5/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Warga Kampuang Pasa Anam Puluah, Nagari Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan ini tewas seketika setelah tubuhnya sempat terpental di sambar petir sejauh  lebih kurang 10 meter. Kapolres Pessel AKBP Drs H Yoyok Sri Nurcahyo MSi ketika dihubungi koran ini membenarkan, kejadian tersebut. Menurutnya, pada naas itu kedua korban sedang bekerja di ladang miliknya. Meskipun saat itu kondisi cuaca sedang diwarnai hujan deras yang disertai sambaran petir.

“Walaupun hujan deras yang disertai petir tak menyurutkan niat dari ke dua bersaudar itu bekerja keras tersebut untuk berhenti bekerja. Tanpa disadarinya petir dan kilat yang dahsyat menghantam mereka sehingga mereka terpental sekitar sepuluh meter dari lokasi awal dan korban nyaris hangus” katanya.

Dikatakan, korban diketahui oleh para petani yang saat itu juga berada di sekitar ladang milik korban. Dari kejadian itulah kemudian dilaporkan kepada masyarakat sekitar dan polisi. Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung menuju TKP dan mengevakuasi jasad korban, kemudian melarikan ke Puskesmas terdekat namun, naas kedua nyawa korban tidak dapat terselamatkan lagi.

Masih menurut Yoyok, dari hasil otopsi pihak medis ditemukan luka bakar disekujur tubuh korban dan tidak ditemukannya tanda-tanda tindak kekerasan di tubuh korban. Kemudian Polisi menyerahkan jasad korban untuk dikebumikan di pekuburan keluarga. “ Hingga saat ini Polisi telah memintai keterangan dari semua pihak untuk proses lebih lanjut.” tukasnya.

Di tempat terpisah Camat Basa IV Balai Tapan Drs Miswar Dedi menyebutkan, sekarang korban telah disemayamkan di rumah duka dan hari ini juga korban segera dikuburkan di pemakaman kelurga korban di Kampuang pasa anam Puluah Tapan. “ Pihak Pemkab Pessel telah memberikan santunan dan biaya pemakaman kepada keluarga korban” katanya. (y)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Paket SEK Toko Selamat

20.11.2008 | Metro Gaya

MENDEKATI Hari Raya Kurban kali ini, Toko Selamat yang merupakan spesialis penyedia bumbu-bumbu mengeluarkan paket terbaru mereka. Paket…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif