Dipindahkan, Pedagang Asesoris Tidak Pacah Talua pdf  | cetak |
Rabu, 08 Oktober 2008
PASA ATEH, METRO-- Memasuki masa liburan lebaran tahun ini, imbas positifnya juga dirasakan oleh pedagang yang berada di kawasan pasa ateh Bukiktinggi, khususnya yaitu pedagang kaki lima (PKL). Namun kenyataan itu masih dikeluhkan oleh PKL yang ada di Blok A Timur, karena berakhirnya masa liburan kelesuan dalam berdagang akan kembali mereka rasakan.
Pembongkaran dan pemindahan pedagang asesoris di Pasa Ateh tepatnya di depan jam gadang yang dilakukan oleh Pemko Bukiktinggi pada Senin (4/2) silam dan selanjutya dipindahkan ke Blok A Timur masih dikeluhkan oleh pedagang, karena ditempat baru tersebut mereka tidak berjual beli (pacah talua) mencapai waktu seminggu. Namun perekonomian mereka dirasakan kembali membaik hanya masa liburan lebaran kali ini, tapi kalau masa liburan sudah usai, dipastikan perdagangan mereka akan lesu kembali.

Seperti yang dirasakan Iyan (38), salah seorang pedagang kepada POSMETRO Rabu (8/10) yang menjelaskan seluruh pedagang sebanyak 14 pedagang yang ada di Blok A Timur pasa ateh Bukiktinggi mengeluhkan tentang kebijakan yang dibuat oleh Pemko Bukiktinggi memindahkan mereka dengan alasan tempat lama tersebut akan dijadikan taman Kota.

Tapi kenyataannya, sudah berlangsung enam bulan pemindahan mereka tersebut, yang namannya taman Kota seperti rencana Pemko tidak pernah terwujud, malahan yang timbul adalah lahan parkir dan pedagang baru bermunculan di tempat lama mereka itu.

Kami sebenarnya, tidak menuntut macam-macam, hanya keadilan yang diminta, sebab setelah kami dipindahkan dan rencananya akan dibuat taman Kota tidak pernah terwujud, malahan timbulnya tempat parkir dan pedagang baru yang katanya musiman, Tapi ironisnya, mereka itu tidak pernah ditertibkan atau di usir, karena mereka itu jelas illegal. Saya yakin sekali, kalau tidak tidak ditertibkan mereka akan terus berdagang ditempat itu.

”Sebagai gambaran. kalau ditempat lama kami masih bisa berjuak beli sebanyak Rp 500 ribu, tapi ditempat baru ini, kadang seminggu tidak satupun yang laku, hanya ada peningkatan sedikit pada masa liburan lebaran kali ini, dan itupun jauh berkurang dibanding tempat lama sebasar 20 persen,”keluhnya.

Dengan keadaan tersebut, dikatakan Iyan sudah pasti akan membunuh perekonomian mereka ke depan, karena masyarakat atau pembeli hanya akan sampai diluar dan tidak akan melirik pedagang yang ada di dalam Blok A Timur yang kenyataan tempatnya memang tersembunyi.

Kalaupun ada pedagang yang masuk ke areal itu, ditambahkannya hanya bersifat lewat atau masyarakat yang nyasar saja.”Kami hanya menuntut keadilan dengan segera menertibkan pedagang di tempat yang lama kami berjualan, kalau tidak sudah pasti akan membuat kami bangkrut, sebab gaji karyawan harus tetap dibayar, sementara pemasukan tidak ada,”ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah Koordinator Pengurus Persatuan Pedagang Pasa Ateh Bukiktinggi (P4B) Dt Rajo Nan Sati kepada koran ini menjelaskan, kalau untuk masalah pedagang yang ada di Pasa Ateh khususnya PKL pihak P4B tidak pernah diajak berunding oleh Pemko Bukiktinggi untuk mengambil kebijakan baru.

Seperti menertibkan pedagang assesoris yang ditertibkan pada tanggal 4 Februari silam yang memang jalur hijau, dalam artian bebas dari pedagang. Namun kenyataannya sekarang, kembali dibiarkannya ada aktifitas perekonomian di tempat itu, seperti pedagang musiman dan lahan parkir baru.

Sebagai pedagang yang ada di kawasan pasar bertingkat Bukiktinggi, nampaknya juga sangat dirasakannya, dimana masyarakat akan enggan untuk menempuh pasar bertingkat, karena akses jalan menuju tempat itu sudah tertutup oleh pedagang pendatang baru.

”Bagaimana orang masuk rumah, kalau halamannya semraut, jadi disini sangat diharapkan adanya raso jo pareso dari semua pihak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, Sekedar diketahui, sudah berbulan-bulan pedagang yang ada dibagian dalam pasar bertingkat seperti Blok C tidak berjual beli,”ujarnya menggambarkan.(wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif