|
Limopuluah Koto, Metro -- Dampak ekonomi tinggi terjadi, akibat
terhambatnya jalan menuju Riau. Longsor yang terjadi di tiga titik di
Rantau Barangin, Kampar Selasa (7/10) lalu berakibat ikut macetnya
jalur ekonomi. Miliaran rupiah omset berbagai pedagang dalam sehari
itu, ikut mandeg akibat jalan yang terhambat.
Wakil Bupati Limopuluah Koto Irfendi Arbi menyebutkan, selaku daerah penyangga bagi Riau, Limopuluah Koto yang memproduksi hasil tani dan produksi pangan lainnya, ikut merasakan dampak tidak lancarnya arus kendaraan. Sebab, produksi agroindustri yang mayoritas "diekspor" ke Pekanbaru tentu saja harus mengalami biaya tinggi sebab mengambil jalur yang lebih jauh lagi.
"Ini kerugian bagi kedua belah pihak. Riau tentu rugi sebab produksi Limopuluah Koto terhalang dan harus berbiaya tinggi masuk ke daerahnya. Kita pun rugi, jika arus dan jalan tidak lancar," ungkap Irfendi Arbi saat bersilaturahmi dengan para guru se-Kecamatan Suliki, kemarin. Irfensi Arbi yang tanggap lapangan langsung mengomandoi tim pembersihan jalan di Kelok Sembilan saat terjadi longsor, juga meminta agar sesegeranya pihak PU Riau mengerjakan dan memperbaiki jalan yang terban di tiga titik di kawasan Riau tersebut.
"Kalau kita bisa bekerja dengan cepat dan tanggap, harusnya Riau pun demikian," ujar Wabup. Wabup juga menyebutkan, para perantau Riau yang telah datang pulang kampung ke Limopuluah Koto di libur lebaran lalu telah membawa milyaran rupiah ke kampung halaman. Kegembiraan Lebaran tahun ini cukup berarti dengan penambahan income dan uang beredar di Limopuluah Koto.
Kembali Lancar
Arah kendaraan yang menuju Riau, kini banyak yang mengambil jalur alternatif melewati Kiliran Jao. Jarak tempuh yang bertambah serta waktu perjalanan yang makin panjang selama lebih dari empat jam terpaksa ditempuh. Kendaraan roda dua diinformasikan tetap dapat melewati jalur biasa dengan lancar. Hanya kendaraan roda empat saja yang sulit merangsek di tiga titik yang terban itu.
Silaturahmi
Kemarin, merespon semangat para guru di Kecamatan Suliki yang sejak awal masuk kerja hampir 100 peren hadir, Wabup menyempatkan diri bersilaturahmi di sana. "Atas nama Pemkab Limopuluah Koto kami berterima kasih kepada para guru, khususnya di Suliki ini yang telah membawa daerah kita menjadi nomor dua tinngkat SD hasil Ujian Nasional tertinggi di Sumbar," ujar Irfendi di depan para guru PUD, TK, SD, SMP dan SLTA se-Suliki. Kepala UPT Pendidikan Suliki, Yusneddy mengaku gembira atas kedatangan Wabup. Ia berharap para guru di Suliki ikut tergairahkan untuk makin berkarya demi masa depan pendidikan di Limopuluah Koto. (s)
|