|
PAYOKUMBUAH, METRO-- Keselarasan dan kesiapan sektor peternakan
perlu dipertanyakan. Sebab, rencana pembangunan rumah potong hewan
(RPH) modern di Kota Payokumbuah, tahun 2009 belum disikapi dengan
pertumbuhan peternak.
Pihak perbankan diminta untuk ikut mendorong pertumbuhan peternakan ini, dengan memberikan pinjaman modal kepada petani peternak. Walikota Payokumbuah H. Josrizal Zain, dalam acara silaturahmi dengan seluruh pimpinan bank di Payokumbuah, di ruang kerjanya, Kamis (9/10), meminta agar bank yang ada di Payokumbuah, menyediakan kredit ringan untuk mendorong petani meningkatkan usaha peternakan mereka.
Asisten II Setdako Payokumbuah, Ir. Yanuar dalam acara tersebut melaporkan, sekurang-kurangnya, dibutuhkan modal sekitar Rp8 Miliar untuk menumbuhkan gairah peternak beternak sapi potong atau sapi bibit. Menurutnya, jika pertumbuhan peternak staknan, RPH bakal kekurangan suplay ternak untuk dipotong.
Diprediksi, sedikitnya 30 sampai 50 sapi bisa dipotong, jika RPH tersebut rampung. Dalam pengembalian kredit nanti, peternak diberi tenggang waktu pengembalian 6 bulan, untuk tidak mencicil kreditnya karena belum berproduksi.
Kendala seperti itu dilaporkan Yanuar, agar pihak perbankan memahami kondisi yang akan dialami peternak, jika mereka diberikan pinjaman modal. Dikatakan, dana Rp 8 Miliyar itu bakal meningkatkan populasi 1.000 sapi di kota ini. Populasi ternak sebesar itu, bakal mampu menjamin suplay sapi, jika RPH beroperasi tahun depan.
Menanggapi persoalan itu, Ketua BMPD Payokumbuah H. Ruzalyan, SH yang juga didukung pimpinan BNI, BRI, Bank Danamon, Bank Mandiri dan pimpinan Bank Syariah yang ada di Payokumbuah, mengaku siap untuk menyukseskan program pemko dalam bidang usaha peternakan itu.
Menurut Ruzalyan, semua bank yang ada di Payokumbuah, mempunyai kredit ketahanan pangan yang bunga tidak terlalu besar. Penyaluran kredit tersebut dinilai bakal membantu petani dalam meningkatkan usaha peternakan mereka.
Tapi, Ruzalyan meminta kepada SKPD terkait, untuk tidak ikut memfasilitasi peternak dadakan. Pengalaman pahit masa lalu, dengan memberikan pinjaman kepada petani peternak dadakan, pengembalian kreditnya tidak berjalan lancar, macet.
Karena, kredit diberikan bukan kepada petani peternak yang telah malang melintang di dunia tersebut.
“Sepanjang penyaluran kreditnya diberikan kepada peternak benaran, bukan peternak berdasi, bank tidak akan mempersulit program peternakan ternak sapi ini,” ungkap Ruzalyan.(s)
|