|
Boto...boto...basi..., teriakan nyaring selalu meluncur dari mulut Jhon
Nasril (46). Panas hujan tak lagi menjadi penghalang baginya, yang
penting dapur tetap ngebul dan anak istri tetap bisa makan. Beratnya
beban, bagaikan sebuah alunan irama yang tak pernah menyisakan sesal di
hati bapak tiga orang anak ini.
Tak terasa, meski akrab dengan barang-barang bekas dan sisa yang telah dibuang orang, Jhon Nasril tetap bisa tersenyum. Apalagi profesi yang telah digelutinya selama sepuluh tahun lebih itu bisa membuatnya bertahan hidup. Seluruh jalan yang ada di Kota Padang, tak ada lagi yang tidak dilaluinya.
Sehingga gelegar suara pria ini dan juga suara motor tuanya tak lagi membuat masyarakat terganggu. “Nan paralu halal, bialah karajo agak barek asa indak ado urang nan dirugikan,” ujarnya singkat menyangkut profesi yang digelutinya sehari-hari.
Keyakinan Jhon Nasril untuk bisa menafkahi anak istrinya, bukan tanpa alasan sama sekali. Dimana, setiap harinya dengan modal tak kurang dari Rp 400.000, dia bisa mengantongi keuntungan bersih berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 75.000. Berangkat dari rumah mungilnya yang berada di depan Kompi C Pondok Kopi Padang sekitar pukul 07.00 WIB, Jhon Nasril baru kembali sekitar pukul 18.00 WIB.
“Iko suratan nan harus Ambo lalui, dari pado mangarajoan karajo nan indak tapuji nan akhirnya baurusan jo polisi, labiah rancak bantuak iko sajo. Awak barasaki, urang indak heboh,” imbuhnya dengan mata menerawang. Jhon Nasril yang ditemui tengah menyantap sepiring lotek di sebuah kedai kecil, Jhon Nasril tetap berharap apa yang dilakukannya saat ini tak dilanjutkan anak-anaknya.
“Bialah awak nan marasai, kok anak jan pulo manaruihkan. Indak ka talok dek inyo maracak honda buruak ko isuak lai,” tuturnya berharap dengan terbata-bata. Sebagai pencari barang bekas, menurut Jhon Nasril yang sulit adalah mengumpulkan barang. Sebaliknya, untuk menjualnya bukanlah sebuah persoalan.
Sebab banyak penampungan barang bekas yang bertebaran di Kota Padang.
Dengan memakai sepeda motor Honda 70 yang dicantoli dua buah keranjang di bagian belakanganya, Jhon Nasril terus melaju mencari penghidupan. Boto,,,boto,,,basi,,, suaranya hilang ditelan kerasnya suara yang keluar dari knalpot sepeda motor usangnya.(***)
|