|
Penjual Perabot "Kesepian" |
pdf
|
| cetak |
|
|
Kamis, 09 Oktober 2008 |
|
“Sepinya pembeli sesudah lebaran adalah hal yang wajar. Bahkan sejak
lebaran, toko saya belum berhasil menjual satu pun produk. Sepinya
pembeli dikarenakan mereka sudah menghamburkan uangnya menjelang
lebaran untuk membeli berbagai kebutuhan, termasuk membeli perabotan
rumah tangga.
Kami tidak terkejut dengan kejadian ini. Namun demikian, tentu kami berharap “kesepian” ini tak berkepanjangan,” terang Rahmat Andri (38), salah seorang pedagang perabot yang sempat dimintai keterangannya.
Andri yang mengaku telah menekuni profesi sebagai penjual perabot rumah tangga sejak tahun 2002 silam ini menyebutkan, gejala sepi ini akan berakhir menjelang hari Raya Idul Adha. “Jelang Idul Adha, biasanya warga akan kembali bergerak untuk membeli perabotan rumah tangga. Walaupun intensitas penjualan tidak seramai jelang Lebaran Idul Fitri, namun cukuplah dari pada tidak sama sekali,” tambah Andri.
Menghadapi lonjakan pembeli jelang Idul Adha, para pemilik toko perabotan pun sudah menyiapkan sejumlah tampilan furniture atau perabot rumah tangga dengan model-model terbaru. Tak hanya Andri, rekannya sesama penjual perabot lainnya pun berlomba memamerkan produk unggulan mereka.
Salah satu pedagang perabot yang tengah menyiapkan model terbaru itu adalah Syarif (57). Walaupun toko furniturenya terkesan sederhana, namun Syarif tidak mau ketinggalan memesan produk terbaru kepada pengrajin lokal. Dalam hal ini mutu barang dan keindahan guratan menjadi salah satu daya tarik yang akan dikemukakan Syarif.
“Walaupun toko saya kecil, tapi saya juga berlomba memamerkan produk terbaru kepada konsumen. Bulan ini saya akan menjual produk berukiran. Semua dilakukan karena melihat kecendrungan konsumen yang lebih suka membeli barang bercorak ukiran dan sedikit bergaya Jawa serta elegan. Semoga pembeli tertarik,” ujar Syarif menerangkan.
Syarif mengakui, dengan semakin sulitnya tingkat kehidupan masyarakat, penjualan perabot rumah tangga pun menurun drastis. Meskipun ini hal yang biasa terjadi setiap tahunnya, tetap saja Syarif mengalami kesulitan. “Saya perkirakan penjualan nantinya akan menurun. Sebab, selain masyarakat sudah habis-habisan saat lebaran, juga disebabkan karena perekonomian masyarakat yang semakin sulit,” ujarnya mengakhiri.(o)
|
|
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|