|
ULAK KARANG, METRO-- Mengukur lebar kertas suara dengan luas
bidang template, Icun Sulhadi tampak khusus menggunakan mata bathinnya.
Ia mencoba mencocokkan kemungkinan pencoblosan agar tidak salah. Inilah
hal menarik, di kantor KPU Padang, Kamis (9/10) kemarin.
Icun Sulhadi adalah tuna netra yang diminta untuk memperagakan metoda pencoblosan untuk penyandang tuna netra. ”Saya harap, lima kotak yang ada di template itu berada persis diantara foto pasangan calon,” harap Icun yang juga dipercaya sebagai perpanjangan tangan Panitia Pemilu Untuk Akses Penyandang Cacat (PPUA) di Sumbar, saat berdialog dengan Ketua KPU Padang Endang Mulyani SH kemarin.
Dikatakan Icun, kalau tidak cocok antara ukuran template dengan ukuran foto di kertas suara, kemungkinan besar akan terjadi kesalahan saat pencoblosan. “Ukurannya harus pas, melingkupi foto pasangan calon dan berada di tengah. Kalau tidak, suara yang kami berikan menjadi tak berarti,” tukas Icun sambil mencoba melipat kertas suara sesuai dengan urutannya (tanda tangan KPPS berada di lipatan terluar, red).
Selain ukuran template, Icun juga mengharapkan petugas KPPS, mengarahkan para penyandang tuna netra ke bilik suara yang ada di tempat pemungutan suara (TPS). “Kami mengharapkan KPPS, untuk tidak membuat TPS di dalam gedung, harus melalui tangga terlebih dahulu atau di daerah dengan kemiringan tinggi,” tukas Icun yang juga dipercaya sebagai Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumbar. “Hal ini, akan menyulitkan orang seperti kami dan ibu hamil serta Lansia.”
Penggunaan template, diatur dalam Permendagri No 44 Tahun 2007, yang mengatur tentang alokasi anggaran untuk membuat template, yang akan dipergunakan sarana mencoblos bagi penyandang tuna netra. Template, merupakan sebidang kertas agak tebal seukuran kertas suara, yang terdapat lima lubang di dalamnya. Lima lubang itu, nantinya berada di antara foto pasangan calon.
Dengan begitu, para tuna netra tidak kesulitan lagi dalam menjatuhkan pilihannya. Kedatangan Icun ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, dalam rangka persiapan sosialisasi pencoblosan pasangan calon kepala daerah pada Pemilu KDH Kota Padang yang akan dihelat 23 Otkober mendatang. Sosialisasi kepada penyandang cacat tuna netra ini, akan dilakukan Rabu (15/10) mendatang.
Lokasinya, di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato yang berada di Kalumbuak, Kecamatan Kuranji. Di PSBN itu, menurut Icu, sedikitnya terdapat 50 orang yang tengah belajar berbagai keterampilan termasuk membaca dengan huruf braile. Diperkirakan, terdapat 1.300 orang penyandang status tuna netra terdapat di kota bengkuang ini. Sekitar 500 orang diantaranya, sudah terbina (bisa membaca braile).
Sisanya, merupakan penyandang tuna netra yang diistilahkan Icun dengan ‘Partai Pasar.’ Bagi kelompok ini, mereka biasanya mangkal di kawasan Banuaran. Sementara, yang telah mendapat pendidikan, biasanya berkumpul di Kalumbuak. “Partai pasar ini terbentuk karena kesamaan profesi saja,” tukasnya.
Menurut Endang, sosialisasi bagi penyandang cacat ini akan dimulai pukul 10.30 WIB bertempat di sekretariat PSBN Jalan Wisma Bunda, Kelurahan Kalumbuak, Kecamatan Kuranji. “Kita merencanakan, setiap TPS akan disediakan template ini. Sehingga, penyandang cacat yang ingin memberikan hak pilihnya, tidak mengalami kendala,” tukasnya. (cim)
|