|
Dengan cekatan, seorang pria meracik obat-obatan dari berbagai tumbuhan
tradisional, baik lokal maupun Internasional. Tidak canggung, Hendik
Zulkifli Karahuba yang mempelajari ilmu pengobatan tradisional yang
dipelajarinya sejak 1978 hingga 1997 lalu di Sekolah Pengobatan
Tradisional Shin-ce di Beijing, membuka usaha praktek untuk mengobati
berbagai keluhan penyakit.
Dia yang mengaku adik seperguruan Prof Dr Hembing itu berpraktek di Jalan Sutan Syahrir. Saat ini, dia terbukti telah mampu mengobati penyakit dalam maupun luar, komplikasi/kronis tanpa operasi. Saat ini, pasien Hendrik sudah tersebar di seluruh Indonesia. Cara kerja Hendrik ternyata cukup berbeda dengan ahli pengobatan lainnya. Hendrik yang tergabung dalam Persatuan Pengobatan Tradisional (PPT) ini hanya perlu memegang pergelangan tangan si pasien.
Selanjutnya, si pasien tidak perlu mengatakan keluhannya. Cukuplah pria dengan dua anak itu yang mengatakan, pasien sakit apa dan perlu disembuhkan dengan pengobatan dengan ramuan tersendiri. Sedikitnya, Hendrik mempunyai 5 ribu jenis bahan obat dari berbagai daerah di Indonesia. Obat-obat tertentu, juga bisa didatangkannya dari “sekolah” lamanya di Beijing China.
“Saya masih terus berhubungan dengan almamater saya,” tandas Hendrik yang selalu rapi ini. Hendrik sendiri mengaku, metode penyembuhan yang digunakannya ini, selain bertumpu pada pengobatan ramuan tradisional, juga mengandalkan daya sembuh menggunakan kekuatan Meditasi Falongung 1802. Meditasi inilah yang dilatihnya selama belasan tahun di Beijing China.
Berbagai penyakit yang disebutkan hendrik telah disembuhkannya adalah, stroke, liver, hernia, darah tinggi, kencing manis, jantung, kanker/tumor, kusta, paru-paru basah, anemia, leukimia, lumpuh menahun, rematik, tidak mempunyai keturunan 8-14 tahun. Jadi, tidak ada salahnya kalau anda mencoba obat tradisional ala Hendrik ini.
Untuk segala macam penyakit, baik luar maupun dalam tersebut, Hendrik lebih mengutamakan pengobatan dengan bahan-bahan obat tradisional yang dikumpulkannya dari Banten, Sulawesi, Sumbawa, Irian Jaya dan daerah lainnya. Kalau tidak ada pilihan lain,maka obat tradisional dari China akan digunakannya. Ramuan obat tersebut berasal dari akar, batang kayu dan daun-daunan yang segar alami. (reviandi)
|