|
PAYOKUMBUAH, METRO-- Melihat antusiasnya masyarakat “Luak
Limopuluah” menyambut lebaran tahun 2008 ini, memang sangat luar biasa,
sehingga pada malam H-2 dan 1 pusat kota Payokumbuah dipadati
pengunjung yang membeli pakaian maupun mencicipi berbagai makanan
seperti sate, martabak mesir, soto padang dan sebagainya.
Seperti yang dikatakan Arman (43) warga Air Tabit, kecamatan Payokumbuah Timur yang selama ini merantau ke Jakarta, merayakan lebaran bersama keluarga dikampung halamannya, kepada POSMETRO, Jum’at (10/10) di Payokumbuah, dia mengatakan, bahwa dia terheran-heran melihat kampung halamannya sangat padat, sehingga dijantung kota terjadi macet total.
Dengan ramainya warga “Luak Limopuluah” berkunjung ke pusat kota, berarti perekonomian di dua daerah ini sudah mulai membaik, dan program pemerintah daerah terhadap pengentasan kemiskinan di Payokumbuah dan Limopuluah Koto sudah berjalan dengan baik.
Kemudian kepedulian perantau terhadap kampung halamannya sangat tinggi, buktinya, pada shalat Id disetiap masjid maupun lapangan terbuka yang dijadikan tempat shalat Id diramaikan oleh perantau yang pulang kampung seraya menyumbangkan sedikit hartanya untuk pembangunan masjid.
Harapan kita kepada pemerintah “Luak Limopuluah” agar selalu bersatu membangun dua daerah ini, sebab bagaimanapun juga, warga kota Payokumbuah dan warga Limopuluah Koto orangnya satu hanya yang berbeda administrasi pemerintah saja.
“Yang tidak terbayang bagi kita, 3-5 tahun lagi pusat kota Payokumbuah jelas tidak akan bisa lagi ditempuh oleh kendaraan roda empat karena semakin sempit yang disebabkan padatnya penduduk. Untuk itu, agar dua daerah ini sama-sama maju, dan dapat ditata dengan baik, kita harapkan pemimpin Luak Limopuluah seyogianya bersatu, “harap Arman. (nur)
|