|
PAYOKUMBUAH, METRO-- Kepala kantor Pariwisata Seni dan Budaya
kota Payokumbuah, Yoherman, S.Sos, SH, mengatakan, malam seribu takbir
(MST) menyambut Idul Fitri 1429 H di Payokumbuah, yang digelar para
seniman daerah ini pada malam takbiran, dinilai iven relegius yang
harus dipertahankan setiap tahun.
Hal tersebut dikatakan Yoherman kepada POSMETRO, Jum’at (10/10) di ruang kerjanya, karena acara tersebut disambut antusias oleh masyarakat kedepan acara tersebut akan dikemas akan lebih fokus lagi, untuk semaraknya penyambutan hari lebaran, setelah sebulan menjalani puasa Ramadhan.
MST yang dikemas Kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) bersama PHBI ini, baru pertama kali digelar, melibatkan 60-an seniman. Mereka berkalaborasi memainkan alat musik, teater dan puisi. Melantunkan asma Allah, sambil menabuh beduk. Sebuah iven semi kolosal yang bermakna untuk menyambut lebaran.
Gelar acara yang berlangsung di pelataran parker Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah Payokumbuah, Selasa (30/9) itu, dihadiri ratusan warga kota. Mereka menyatu dengan Walikota H. Josrizal Zain, Wakil Walikota H. Syamsul Bahri Dt.Bandaro Putiah, Ketua DPRD H. Jendrial, Muspida, Ketua MUI, Ketua LKAAM Indra Zahur Dt. Rajo Simarajo, SE, pemuka masyarakat. Meski hujan mewarnai jalannya acara, tapi tidak mengurangi kemeriahan acara MST.
Edaran Gubernur Sumatera Barat H. Gamawan Fauzi, agar diseluruh kota/kabupaten di Sumbar, tidak melakukan pawai takbiran, disikapi oleh Kantor Parsenibud dengan menggelar iven relegius, memotivasi seniman yang ada di Payokumbuah, untuk menggali potensi mereka dalam menyemarakkan penyambutan lebaran, pengganti pawai takbiran. Walikota H. Josrizal Zain, pada malam itu meminta kepada panitia dan khususnya kepada kantor Pariwiwisata Seni dan Budaya agar iven MST dijadikan model buat pengganti pawai takbiran. (nur)
|