Saat ini ada 1 tamu online
Pengunjung Bukiktinggi Maningkat pdf  | cetak |
Sabtu, 11 Oktober 2008
BELAKANG BALOK, METRO-- Seperti pada masa sebelumnya yaitu masa liburan nasional, Bukiktinggi sebagai Kota wisata masih banyak ramai dikunjungi wisata domestik maupun mancanegara. Seperti dengan masa liburan lebaran kali ini, berdasarkan data yang ada, kunjungan masyarakat ke Bukiktinggi juga mengalami kenaikan walaupun tidak terlalu signifikan.
Seperti yang diterangkan Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya (parsenibud) Kota Bukiktinggi Nasrul M Phietra menjawah POSMETRO ketika ditemui POSMETRO di ruang kerjanya Senin (6/10) lalu menjelaskan untuk kunjungan ke objek wisata di Bukiktinggi yang jauh mengalami kenaikan yaitu untuk Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMS-BK) kebun binatang dan Benteng Fort de Kock yang menyatakan kalau kenaikan mencapai lima persen dan hal itu berlangsung setiap tahun.

Jumlah kunjungan tersebut, dikatakannya berdasarkan data jumlah karcis masuk yang terjual, dimana untuk taman panorama sampai hari ke lima setelah lebaran (H + 5) jumlah kunjungan terbanyak terjadi pada H + 4 yaitu hari Sabtu (4/10) pekan kemarin, dimana  jumlah kunjungan sekitar 5 600 orang dan pendapatan dari penjualan karcis sendiri untuk sebesar Rp 22,4 juta.

Dengan jumlah pengunjung selama lima hari liburan sekitar 19 ribu orang dikalikan dengan karcis Rp 4 ribu per orang pendapatan untuk APBD Kota Bukiktinggi selama lima hari dari taman Panorama mencapai Rp 75,6 juta.” Untuk Panorama ini yang sudah digabungkan dengan lobang jepang, berdasarkan data yang ada juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, dari jumlah pengunjung yang hanya mencapai sekitar 18 ribu orang,”terangnya.

Sedangkan untuk kebun binatan dan benteng, dijelaskan Nasrul, kalau puncak kunjungan terjadi pada H + 5 yaitu Minggu (5/10), dimana untuk satu hari saja sebanyak 18.433 orang, dengan total kunjungan selama lima hari tersebut sebanyak 60.779 orang. Kalau dikalikan dengan jumlah karcis masuk sebesar Rp 8 ribu per orang, pendapatan untuk APBD Kota sendiri mencapai sekitar Rp 146 juta, sedangkan tahun lalu hanya mencapai Rp 135 juta. “Dengan melihat data yang ada ini, kenaikan dibanding tahun lalu hanya berkisar antara tiga sampai lima persen,”jelasnya.

Disinggung alasan banyaknya kunjungan wisata ke Bukiktinggi setiap tahun, dipaparkan Nasrul karena keberhasilan promosi yang telah dilakukan selama ini, sedangkan untuk objek wisata hanya dilakukan beberapa perbaikan dan pembersihan yang tidak perlu dilakukan perubahan struktur bangunannya. Selain itu, ramainya kunjungan ke Bukiktinggi diprediksikannnya karena sudah mulai menggeliatnya beberapa daerah sekitar Bukiktinggi untuk membangun dan membenahai objek wisanya, sehingga Bukiktinggi sendiri mendapat imbas positifnya.

“Melihat kenyataan yang ada, kalau Bukiktinggi masa-masa selanjutnya akan menjadi pusat tujuan utama wisata, jika seluruh daerah di Sumatera Barat memastikan dirinya untuk berbebah diri dan memanfaatkan fasilitas yang ada, dimana sebagian besar wilayah di Sumatera Barat ini bisa dijadikan objek wisata,”tandasnya optimis. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif