Saat ini ada 4 tamu online
Krisis Ekonomi AS Belum Pengaruhi Volume Ekspor pdf  | cetak |
Sabtu, 11 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Meluasnya krisis keuangan di Amerika Serikat yang mulai menyerempet pada krisis ekonomi di dunia, ternyata belum mempengaruhi aktivitas ekspor impor (Eksim) di Pelabuhan Teluk Bayur. Sejauh ini, volume Eksim masih tetap normal dan berjalan sebagaimana biasanya.
Kalaupun krisis tersebut tak bisa cepat dipulihkan, maka diperkirakan imbasnya baru akan dirasakan antara tiga hingga enam bulan ke depan. Karena itu, kepada pengusaha Eksim yang ada di Ranahminang, diharapkan untuk tetap tenang dan tak terpengaruh oleh isu-isu yang mungkin saja akan merugikan tersebut.

Demikian dikatakan Branch Manager PT Djakarta Lloyd (Persero) H Achmad Khusaini kepada POSMETRO di ruang kerjanya di komplek Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (10/10). Dikatakan, operasional PT DL masih cukup bagus dan masih mampu mengirim 35 persen dari keseluruhan volume ekspor ke luar negeri. “Alhamdulillah, sejauh ini dampaknya masih belum kita rasakan. Kalaupun krisis tersebut berkepanjangan, diperkirakan baru tiga hingga enam bulan ke depan dirasakan.

Mudah-mudahan krisis itu cepat pulih sehingga volume eksim tetap berjalan sebagaimana biasa,” ucap Achmad menjelaskan. Pria kelahiran Surabaya ini mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak pada sektor tersebut, dia menghimbau agar pengusaha Eksim di Sumbar tetap tenang. Karena hanya ketenanganlah yang akan membuat situasi tetap terkendali.

“Tak usah panik, karena hal itu juga melanda negara lain. Kami dari PT DL menghimbau pengusaha Eksim untuk tetap melakukan pengiriman barang ke luar negeri. Karena dengan tingginya volme pengiriman, tentu pendapatan negara akan terus masuk dan pengaruh krisis di Negara Paman Sam tak dirasakan,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, Achmad juga menyebutkan, permintaan barang dari Amerika, China, Pakistan, India dan sejumlah negara lainnya tetap tinggi. Sehingga kelesuan akibat krisis belum terlalu terlihat.

Tarif Lama

Terkoreksinya nilai tukar Rupiah dan melonjaknya harga sejumlah barang tambang di dunia internasional, tak membuat PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II cabang Teluk Bayur latah untuk menaikkan tarif pelabuhan. Sejauh ini, manajemen Pelindo II masih tetap memberlakukan harga lama untuk memacu peningkatan volume ekspor.

Sejauh ini, upaya yang dilakukan PT pelindo II cabang Teluk Bayur cukup efektif. Sehingga krisis ekonomi akibat ambruknya perekonomian di Amerika Serikat tak terlalu dirasakan di Terluk Bayur. “Lalu lintas kapal dan pengiriman barang cukup bagus. Untuk Bulan Agustus, lalu lintas kapal mencapai 2042 unit dengan volume bongkar muat tercatat sebanyak 6.937.922 ton.

Ini adalah angka yang menggembirakan,” ucap Suvervisor Hukum dan Pelayanan Pelanggan merangkap Humas PT Pelindo II cabang Teluk Bayur Andi Agus Yahya SH. Senada dengan Achmad Khusaini, Andi pun mengatakan dampak krisis ekonomi Amerika itu baru akan dirasakan tiga hingga enam bulan ke depan. Namun demikian, Andi berharap krisis itu tak terus meluas dan berkepanjangan.

Investasi Sebagai Solusi

Pengamat ekonomi Unand Prof DR Elfindri menghimbau masyarakat Sumatera Barat agar segera melakukan investasi. Cara ini dianggap mampu menangkal keadaan yang lebih buruk lagi, jika krisis ekonomi yang menerpa Amerika berimbas pada Indonesia dan Sumbar.

Menurut Elfindri, masyarakat hendaknya sesegera mungkin menjalankan modalnya ke sektor yang lebih produktif. Dari Sumbar sendiri, sektor yang menjadi andalan ekspor selama ini adalah dari hasil perkebunan seperti karet. Jika krisis berlanjut, maka bahan baku itu akan mahal dan masyarakat tentu akan sangat  diuntungkan.

Di samping itu, bidang-bidang lain yang menjadi sektor andalan Sumbar seperti peternakan dan pariwisata harus sesegera mungkin dibenahi dan dikelola dengan menyuntikkan investasi baru. ”Kalau hal ini bisa dibenahi, maka dengan sendirinya resesi dan krisis tersebut akan terisolasi sehingga tak terlalu berpengaruh kepada masyarakat. Namun, jika berlanjut, tentu masyarakat Sumbar telah memiliki penangkalnya,” jelas Elfindri.(ted/tin)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif