|
Produksi Beras Terancam |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 11 Oktober 2008 |
|
Kota Solok yang dulu dikenal sebagai salah satu daerah lumbung beras di
Sumbar, namun dengan berkurangnya lahan pertanian membawa dampak
tersendiri pada sektor pertanian. Kenyataan yang tidak dapat dihindari,
Pemko diharapkan terus dapat mencari solusi dan terobosan agar Kota
Solok tidak harus mendatangkan beras dari luar untuk memenuhi kebutuhan
warganya.
Melihat kenyataan yang ada, ancaman hilangnya lahan pertanian di Kota Lintas dengan sebutan Kota Beras ini secara perlahan namun pasti sudah terlihat. Masyarakat sepertinya lebih merelakan lahan pertaniannya ditimbun dan dijadikan sebagai lokasi pembangunan.
Tidak saja proyek-proyek Pemerintahan Kota (Pemko) Solok sendiri yang menyulap lahan pertanian masyarakat menjadi lokasi pembangunan untuk kebutuhan pelayanan masyarakatnya. Akan tetapi, masyarakat yang tinggal di Kota Solok itu sendiri juga seakan terpaksa menghilangkan dan menimbun sawah-sawah yang dulu merukakan sebagai mata pencaharian pokok bagi banyak masyarakat, untuk kebutuhan tempat tinggal dan usaha.
Seperti yang terlihat di sepanjang jalan Baypas. Semenjak jalan tersebut dibuka, di sepanjang jalan tersebut sudah menjamur bangunan yang tidak mungkin dihentikan lantaran tuntutan kebutuhan dan kemajuan kota. Begitu juga kenyataannya dihampir setiap pelosok, sawah-sawah masyarakat sudah banyak ditimbun dan dijadikan sebagai lokasi pembangunan.
Tidak terhitung areal pertanian masyarakat Kota Solok yang hilang setiap tahunnya. Dan ini tidak dapat dihindari. Disatu sisi, Pemko Solok sendiri melalui Dinas Pertaniannya, terus berupaya meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai program yang telah dilahirkan. Di balik tuntutan kebutuhan kota akan pembangunan yang terpaksa menghilangkan lahan pertanian, mampukah Pemko mencari terobosan dalam persoalan ini.
Salah satu upaya Pemko Solok dalam mempertahankan lahan pertanian selain berupaya meningkatkan produksi pertanian dengan teknologi pertanian yang terus berkembang, dengan cara memanfaatkan lahan yang tidak produktif sebagai kawasan pengembangan kota.
Berbagai kegiatan pembangunan kota terus diarahkan ke kawasan yang lahannya tidak digarap dan selama ini terbengkalai. Dengan dibukanya jalan lingkar utara, perluasan pembangunan kota kearah pinggiran yang selama ini seakan sulit diujudkan akan menjadi kenyataan.
Namun yang lebih membuat masyarakat petani bergairah, jenis padi Anak Daro yang menjadi kebanggaan masyarakat Solok sudah mendapat pengakuan sebagai varietas unggul untuk terus dikembangkan. Akankah membawa manfaat terhadap masyarakat petani itu sendiri. (***)
|
|
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|