|
PADANG, METRO-- Pernah ditolak RS M Djamil karena dianggap tidak
mengalami gangguan kesehatan berarti, saat ini Regita (9) sudah
mendapatkan perawatan yang baik. Itu terjadi setelah mereka terpaksa
“hijrah” ke RS Yos Sudarso dan dirujuk kembali ke M Djamil oleh dokter
setempat. Saat ini pasien yang memiliki gangguan saraf otak itu
menunggu operasi pengangkatan cairan di otaknya.
Kondisi ini terungkap saat Calon Walikota Padang Drs H Yusman Kasim MM melakukan kunjungan ke Instalasi Anak RS M Djamil, Rabu (8/1) malam. Saat itu, orang tua korban menjelaskan kronologis, bagaimana anaknya harus menjadi pesakitan di RS.
beruntung, Masril dan Regina mendapat bantuan biaya perawatan dari Yusman, yang sekarang menyandang status cuti sebagai wakil walikota Padang itu. Masril menyebutkan, pada awalnya ke M Djamil Selasa dini hari, anaknya dinyatakan tidak sakit. Sebagai orang tua, warga RT 02/RW 04 Kelurahan Jati Gauang, Kecamatan Padang Timur tidak percaya begitu saja, karena anaknya semakin lemas.
Tak percaya dengan kata-kata dokter jaga setempat yang menyuruh mereka datang lagi esok hari, bersama istrinya Edriwita (44), Masril pindah ke RS Yos Sudarso. “Di sana kami tidak ditanya, dan anak saya langsung mendapatkan perawatan,” ujar Masril yang mengaku saat ke Yos Sudarso tidak memiliki uang, kecuali kartu Askeskin. “Untung, mereka mau menerima Askeskin.”
Di RS Yos Sudarso, lanjut Masril, dokter khusus yang bisa menangani anaknya tidak ada di RS Yos Sudarso. “Dari hasil diagnosa sementara dokter, Regita diduga mengalami ganguan infeksi syaraf otak. Sayangnya, dokter spesialis yang mampu menangani Regita tidak ada. Mereka merujuk kami ke M Djamil,” tambah Masril.
Hal itu belum membuat Masril bernafas lega. Sebab, sebelum anaknya dibawa ke RSUP Djamil, ia harus melunasi biaya pengobatan Regita senilai jutaan rupiah. Masril tidak memiliki dana yang dikatakan rumah sakit dan memohon penangguhan pembayaran hingga mendapatkan uang yang ditetapkan.
Saat kembali ke RS M Djamil, baru Regita mendapatkan pelayanan. Rencananya, gadis kecil akan menjalani operasi pengangkatan cairan di dalam sel saraf otak. Namun demikian, Rabu malamnya, sekitar pukul 23.00 WIB ia didatangi calon Walikota Padang Yusman Kasim untuk melihat kondisinya. Pada kesempatan itu, Yusman memberikan santunan biaya pengobatan pada keluarga Regita
Yusman menyebutkan, setiap rumah sakit mesti memberikan pelayan pada pasiennya, terutama pasien yang berasal dari keluarga miskin. “Kota sehat adalah kota yang memiliki penduduk yang sehat,” kata Yusman. “Maka kita di masa akan berupaya memberikan pelayanan terbaik pada warga masyarakat. Terutama yang miskin.” (rvi)
|