|
SAWAHAN, METRO-- Anggota Komisi B DPRD Padang yang membidangi
ekonomi dan keuangan H Erfan menyayangkan, lambannya proses penggunaan
anggaran oleh eksekutif pada APBD 2008. Dengan terjadinya kenaikan
harga nilai tukar rupiah, keterlambatan tersebut akan berakibat fatal.
Bahkan, banyak proyek pembangunan fisik diperkirakan tidak akan berjalan sesuai program. “Sekarang diperparah dengan krisis ekonomi mulai mengancam kita dan berdampak terjadinya kenaikan harga barang, terutama barang impor. Apakah mampu kita melaksanakan proyek yang dianggarkan pada 2007 dengan harga terkini.
Ini semua karena Pemko Padang tidak menerapkan disiplin penggunaan anggaran,” ujar Anggota F PAN ini kepada wartawan, Kamis (9/10) di ruang fraksi. Imbas yang paling nyata akan dihadapi kota ini, menurut Erfan adalah terjadinya lonjakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2008. Seharusnya, katanya, seluruh SKPD mampu menjalankan proses tender dan pelaksanaan proyek di awal-awal tahun.
Karena, APBD 2008 sudah ketuk palu 30 November 2007. “Dari situ sangat jelas, seharusnya dana-dana itu sudah dapat digunakan awal tahun. Bukan malah sekarang,” kesal Erfan. Tahun 2007 saja, lanjutnya, Silpa Kota Padang mencapai Rp134 miliar. Hal itu dalam kondisi harga-harga barang tidak mengalami kenaikan yang tinggi.
“Kalau ingin selamat, sekarang waktunya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Jangan terlalu berharap pada perubahan APBD 2008. Waktunya terlalu sempit. Tidak mungkin akan menyelesaikan sebuah proyek dalam dua bulan,” tandasnya. Namun, ke depan, khususnya penggunaan anggaran di tahun 2009, H.Erfan berharap, kajian Pemko Padang lebih mendalam, tentang potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang.
Sehingga ada barometar untuk menentukan target pada masing-masing potensi tersebut. “Seperti potensi pajak reklame, yang jika dirumuskan dan kaji secara rinci, akan menjadi sumber PAD yang potensial. Tapi tentu dengan landasan data potensi dari reklame itu sendiri. Begitu juga dengan retribusi parkir, yang juga bisa menjadi sumber PAD utama,” pungkasnya. (rvi)
|