Saat ini ada 2 tamu online
Gamawan Tagih Janji Kabupaten/Kota, Kakao Bisa Atasi Krisis Ekonomi yang Melanda Dunia pdf  | cetak |
Sabtu, 11 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menagih komitmen delapan kabupaten/kota yang telah menyatakan kesanggupan pengembangan tanaman kakao. Sektor perkebunan itu salah satu solusi mengatasi ancaman krisis ekonomi akibat gejolak keuangan AS. Hal itu terungkap dalam rapat kerja gubernur Sumbar bersama bupati/walikota se-Sumbar di Aula kantor bupati Padangpariaman, Kamis (10/10).
“Masih ada beberapa daerah yang belum merealisasikan komitmen itu. Padahal target kita 108 ribu Ha pada 2010. Saat baru tercapai 40 ribu Ha,” sebut Gamawan. Pada tahun 2006 lalu, di hadapan Dirjen Perkebunan di Jakarta delapan kabupaten/kota di Sumbar sepakat untuk mengembangkan kakao di Sumbar.

Daerah itu adalah, Padang, Padangpariaman, kota Pariaman, Pesisir Selatan, Mentawai, Sawahlunto, 50 Kota, Dharmasraya dan Sawahlunto. Menurut Gamawan, belum semua daerah tersebut yang menajalankan komitemn itu. “Yang paling konsisten itu kita lihat adalah Padangpariman, Pariaman, Kota Swahlunto, Pessel. Mudah-mudahan daerah lain menyusul,” ungkapnya.

Beberapa kepala daerah yang hadir saat itu kembali menegaskan komitmen mereka mengembangkan kakao. Kota Padang, kabupaten Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan dan kabupaten lainnya menyebutkan progres luas area tanaman kakao masing-masing. Kakao termasuk salah satu komoditi unggulan Sumbar. Propinsi ini telah ditunjuk sebagai sentra pengembangan kakao wilayah barat Indonesia.

Dalam bebarapa tahun terakhir harag komoditas ekspor tersebut terus melonjak naik. Saat dicanangkan 2006 silam, harga kakao hanya Rp 9 ribu/kg dan sekarang melonjak menjadi Rp 25 ribu-26 ribu/kg.
Dengan bertumpu pada sektor-sektor pertanian dan perkebunan, Sumbar diperkirakan tidak akan terlalu terpengaruh pada badai krisis keuangan di AS. Bahkan, bercermin saat krisis ekonomi 1998 silam, petani justru diuntungkan dengan krisis.

“Sebagai daerah dengan basis pertanian dan perkebunan, kita diuntungkan dengan krisis ini karena Sumbar real bisnis komoditi. makanya jangan biarkan lahan-lahan kita kosong, segera tanami dengan komoditi-komoditi unggulan,” jelasnya. Selain itu, rapat yang digelar khusus mencermati gejolak ekonomi global ini juga menyepakati percepatan proyek dan pencairan anggaran pemerintah. Percepatan pencairan dana akan membuat pelaku usaha dan masyarakat bergairah.

ATS Jadi Penyangga

Menjamin harga produk pertanian di pasaran, PT Andalas Tuah Sakato (ATS) dipersiapkan sebagai bumper. Perusahaan daerah ini akan mendapatkan suntikan dana Rp 7,5 dalam APBD 2009 untuk membeli komiditi perkebunan dari petani, jika harga ditingkat pasar jatuh.

“Nanti kita atur bagaimana mekanismenya. ATS kita persiapkan untuk membeli komoditi jika harag dipasaran jatuh. Jadi petani tidak akan dirugikan,” sebut Gamawan. Saat ini PT ATS baru bermain diproduk Pinang. Ini ditandai dengan ekspor perdana 6 kontainer pinang yang dilepas secara langsung oleh Wapres Jusuf Kalla.

Sementara itu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengambil kebijakan untuk tidak melakukan ekspansi pasar. Namun memilih mempertahankan pasar-pasar tradisional ekspor Sumbar. Seperti negara Eropa, Asia dan Australia. Ketua Apindo Sumbar Bambang Winarto menyebutkan pihaknya sengaja tidak melakukan ekspansi untuk menghindari kerugian akibat krisis keuangan di AS.

“Krisis keuangan di AS berpengaruh pada perlambatan ekspor. Saat ini kita lebih mengoptimalkan pasar dalam negeri. Selama ini produk pertanian Sumbar hanya 5 persen yang dikonsumsi dalam neegri, 95 persen lainnya ekspor,” ungkap Bambang. Secara khusus Bambang juga meminta efisiensi pelabuhan Teluk Bayur. Dia mengharapkan untuk enam bulan kedepan tidak ada aktifitas yang mengganggu di pelabuhan teluk bayur.

"Beberapa waktu lalu ada latihan angkatan laut yang membuat kontainer kami baru bisa sandar setelah 2 minggu. Ini tentu saja mengakibatkan membengkaknya biaya, karena biaya sandar tidak murah,” jelasnya. Mengatasi hal itu, Pjs walikota Padang Firdaus K menawarkan pelabuhan Muara dan Bungus teluk kabung sebagai alternatif untuk kapal-kapal kecil, jika disaat yang sama pelabuhan teluk bayur terganggu. (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif