Saat ini ada 4 tamu online
Dua Pesien Demam Tinggi Asal Binuang Masih Dirawat, Ada Ciri Suspect Flu Burung pdf  | cetak |
Sabtu, 11 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Dua pasien yang diduga suspect flu burung asal Binuang Kecamatan Pauah, Kota Padang dirawat di ruang isolasi Irna C Petri RS Dr M Jamil. Pasien yang memiliki ciri-ciri seperti pasien suspect flu burung, menjalani perawatan insentif dari tim dokter penanggulangan flu burung sejak Kamis (9/10).
“Hasil pemeriksaan petugas di sekitar rumah pasien, mereka memelihara ayam dan berdekatan rumahnya. Satu pasien masuk Kamis dan satu lagi kemarin, “kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr Efrida Aziz MKes kepada POSMETRO, Jumat (10/9).

Dari hasil survey petugas puskesmas dan dinas kesehatan di lapangan, pasien suspect memiliki ciri-ciri seperti penderita suspect flu burung, yaitu demam, sesak nafas dan flu. Satu pasien dengan inisial “KA” (15 bulan) saat ini telah mendapatkan tamiflu— obat khusus untuk pasien suspect flu burung 

Suhu tubuh pasein yang saat masuk mencapai 40 derajat celsiuc telah mulai turun. Sebagai tindak lanjut, sampel darah pasien diambil untuk diperiksa di Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depkes RI Jakarta. “Sampel darah pasien harus dikirim ke Jakarta untuk mengetahui hasil lebih lengkap. itu adalah prosedur yang harus dilalui untuk setiap pasien yang diduga menderita flu burung,” jelas Efrida.

Sementara, satu pasien yang baru masuk Jumat siang, jelas Efrida masih bertetangga dekat dengan pasien “KA”. Pasien yang masih balita dengan inisial EM” (10 bulan) diduga juga menderita suspect flu burung. “Hingga saat ini kita tetap melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kota Padang. Hingga sekarang, untuk kawasan Binuang Kecamatan Pauah yang diduga suspect masih dua orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (Dispernakhut) Padang Ir Asnel, menyebutkan pasca temuan dua penderita suspect, petugas perternakan telah melakukan penyemprotan radius 10 meter di lokasi. Penyemprotan dan dilakukan untuk menghindari menyebarnya virus H5NI di kawasan tersebut.

“Hasil observasi kita di kandang ayam milik warga, tidak ada yang mati dalam jangka waktu seminggu terakhir. Sekitar 10 ekor ayam yang mati sebelumnya saat menjelang lebaran. Sementara sekarang tidak ada,” ujar Asnel. “Kita tidak bisa memastikan ayam yang mati mendadak sebelum lebaran itu positif flu burung atau tidak. Karena bangkainya sudah tidak ada lagi.

Sedangkan untuk 2 warga Binuang, Kampuang Dalam Kecamatan Pauh ini kita belum bisa memastikan apakah unggasnya positif flu burung,” jelas Asnel.  Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung, penyemprotan dan pemberian vaksinasi kepada unggas telah dilakukan oleh petugas kesehatan hewan. Penyemprotan dilakukan secara rutin 2 kali seminggu. Sementara pemberian vaksin untuk unggas setiap 1 kali empat bulan.

Sementara untuk 2008, Dispernakhut telah menyediakan 100 ribu dosis vaksin yang disebar di sejumlah sentra-sentra peternakan unggas di Padang, yaitu di Kecamatan Kuranji, Pauah dan Koto Tangah. Untuk vaksinasi dan penyemprotan diturunkan 15 orang petugas, yang terdiri dari petugas kesehatan hewan, dinas kesehatan. (ren)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif