- Beraksi di Keramaian
- Pelaku Kabur, Motor Tertinggal
PADANG, METRO-- Sejak menjelang lebaran hingga usai lebaran,
aksi jambret makin berani saja. Penjambret beraksi tak hanya siang
bolong tapi juga pada malam hari. Berani? Karena di tengah keramaian
jalan raya mereka tak segan-segan merenggut harta mangsanya.
Aparat mesti kerja ekstra agar aksi mereka bisa diredam dan membuat jalan raya dan keramaian bisa aman dan nyaman bagi warga kota. Kemarin, Jumat (9/10), aksi jambret masih juga terjadi. Korbannya, Meriza (21) mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN). Ia dijambret saat mengendara sepeda motor di keramaian Jalan Parmindo, sekitar pukul 17.30 WIB. Tak hanya Meriza, sehari sebelumnya, juga terjadi aksi jambret. Kamis (9/10) malam, sekitar pukul 21. 30 WIB aksi jambret terjadi di Jalan Aur Duri.
Satu Jam, Dua Jambret
Sementara, malam yang sama, hanya berselang satu jam sebelum aksi jambret juga terjadi kawasan Seberang Padang, sekitar pukul 20.30 WIB. Akibatnya, korbannya Vera Niviza (25), warga Sutan Syahrir mengalami kerugian Rp 700 ribu plus HP merk Esia.
Menariknya, aksi penjambretan yang terjadi di Jalan Aur Duri berhasil digagalkan korban bersama polisi, Kamis (9/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Walaupun, pelaku berhasil menjambret handphone korban, namun sepeda motor yang dikendarai pelaku terjatuh di saat melintasi perlintasan rel kereta api.
Sayangnya pelaku berhasil kabur. Tapi Kanzen warna hitam BA 4540 WK berhasil diamankan Kanit Reskrim Polsekta Padang Timur Ipda Zen. Hingga kemarin, BB pelaku jambret itu masih berada di Mapolsekta Padang Timur. Adakah aksi ini satu kelompok? Belum ada keterangan pasti.
Sebab, sebelumnya pukul 20.30 WIB pada hari yang sama, aksi jambret juga terjadi di kawasan Seberang Padang. Dalam aksinya pelaku berhasil menyikat HP Esia dan korban mengalami kerugian Rp 700 ribu. Kapoltabes Padang melalui Kapolsekta Padang Timur AKP Toufik SA, SIK, didampingi Kanitreskrim Ipda Zen kepada koran ini mengakui, adanya kasus jambret yang makin marak.
Keterangan aparat ini, satu lagi peristiwa jambret di Gerbang PT KAI. Korban bernama Yessi Anggraini (20) warga Jati VI ini sedang mengendarai sepeda motor dengan teman boncengannya Tony Trikova (22). Dari arah Andalas, tiba-tiba sampai di depan Gerbang PT KAI, datang pelaku. HP Nokia seri 5300 yang tergantung di leher direnggut paksa.
Melihat HP yang digantung disikat. Maka korban bersama temannya langsung mengejar. Saat itulah Tim Reskrim Polsekta Padang Timur yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zen langsung mengejar. Sayang di saat pelaku melintasi perlintasan rel kereta api kawasan Aur Duri, pelaku jatuh. Dengan sigap pelaku menghilang naik angkot yang tidak jelas nomor polisinya. Namun BB sepeda motor yang dikendarai pelaku berhasil disita. “Saat ini petugas masih mengembangkan kasus itu,” jelas Tofik.
Sedangkan, aksi jambret di Jalan Seberang Padang, Vera Niviza (25), warga Sutan Syahrir yang dikerjai jambret. Sampai di lokasi kejadian, pelaku datang dan menyikat HP Esia. Hingga berita ini diturunkan, dua kasus yang jambret yang terjadi 1 jam berselang ini masih dalam penyelidikan petugas.
Lagi, Mahasiswi Dijambret
Sedangkan, aksi jambret menggunakan sepeda motor beraksi di tengah keramaian Jalan Permindo, mengakibatkan tas milik Meriza mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) berhasil dibawa kabur pelaku, Jumat (9/10) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban hanya bisa melongo. Dia tidak sempat berteriak minta tolong karena pelaku keburu lenyap di tengah keramaian. Kerugian yang diderita mahasiswi ekonomi ini ditaksir mencapai Rp 1,5 juta yang terdiri dari uang tunai Rp 500 ribu, satu unit Handphone SonyEricson serta lembaran ijazah SLTA. ”Jambretnya menggunakan sepeda Motor Yamaha merk Mio. Datang dari arah Permindo dan kabur menuju Jalan Pattimura,” kata Sartika, saksi mata yang juga teman korban.
Menurut korban, hilangnya lembaran ijazah semakin membuat korban terkulai. Kejadian berawal, ketika korban pergi melamar pekerjaan ke sebuah restoran waralaba di Jalan A Yani. Sebab, korban di sela -sela belajar ingin bekerja secara part time untuk menambah uang saku. Lembaran ijazah sengaja dibawa karena kemungkinan akan ditanya oleh pemilik perusahaan dalam sesi wawancara.
Sementara itu, dituturkan oleh saksi mata di lokasi kejadian, usai mengantar surat lamaran pekerjaan, korban pergi berbelanja ke pasar raya ditemani tiga orang temannya. Sesaat sebelum menjadi korban jambret, mereka baru saja ke luar dari Rocky Plaza menuju depan Toko Boku Sari Anggrek untuk menunggu angkutan umum yang akan bertolak ke Pasar Baru, Pauah.
Tatkala menunggu angkutan umum itu, tiba-tiba korban dipepet oleh pengendara Motor Mio yang menggunakan helm hitam menutup seluruh wajah. Teman pengendara yang berboncengan dalam waktu bersamaan merenggut paksa tas samping milik korban dan segera kabur. Di persimpangan jalan depan toko buku, motor yang dikendarai jambret nyaris bertabrakan dengan sebuah angkot.
Namun dikarenakan kelihaian pengendaranya kecelakaan lalu-lintas berhasil dihindari sekaligus menandai keberhasilan kawanan jambret menggondol harta korbannya. Akibat kejadian itu Meriza sendiri sempat sedikit shock sehingga tidak sempat berteriak. Sementara dua orang rekannya, yang berada di depan dan kebetulan melihat pengendara Motor Mio nyaris bertabarakn tidak menduga kalau itu aksi jambret yang baru saja menyikat harta temannya.
Korban mengaku bakal melaporan peristiwa yang dialaminya itu ke pihak berwajib. Namun dia merasa sangsi upaya itu akan membawa manfaat disebabkan sulitnya menjelaskan ciri-ciri pelaku dan nomor kendaraan yang digunakan. Dihubungi terpisah, Kapoltabes Padang melalui Kasatreksrim Kompol Hendri Budiman SH SIK, mengimbau warga untuk lebih berhati-hati membawa barang berharga di tengah keramaian. Dia juga mengajak warga untuk bersikap kooperatif dengan aparat dalam mengungkap kasus kejahatan. (u/ped)
|